RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pandeglang, Banten bersyukur. Dalam beberapa bulan ini, harga kedelai, yang menjadi bahan utama produknya, stabil. Sehingga usahanya dapat terus berjalan, bahkan mendukung program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Supriyadi, perajin tempe asal Jalan Maja Masjid, Sukaratu, Majasari, Kabupaten Pandeglang menyebut, tahun ini harga kedelai cukup bersahabat. Di bawah Rp 10 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah, harga kedelai Rp 9.500, bagi saya harga segitu sudah cukup membantu,” kata Yadi, sapaan Supriadi, Senin (15/9/2025).
Dengan harga ini, Yadi bilang, produk tempe yang digelutinya secara turun menurun selama 30 tahun ini, dapat diperbesar dan dijual dengan harga terjangkau. Sesuai dengan nama mereknya, Tempe Badak Bohay.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Gelar Sosialisasi Program Bagi UMKM
“Tapi kalau bahan bakunya mahal, peminatnya juga kurang. Karena apa? Tempenya kecil,” ujarnya yang membutuhkan satu kuintal kedelai per hari.
Saat ini, Yadi tengah menjajaki kerja sama dengan pengelola dapur MBG. Dia siap menyediakan 400 papan tempe seharga Rp 5 ribu dua kali dalam seminggu untuk menu MBG.
Jika kerja sama ini terlaksana, dia berharap usahanya dapat semakin berkembang dan dapat merekrut tenaga kerja baru di lingkungannya.
Hal senada disampaikan Iman Hilman, perajin tahu di Kadubanen, Pandeglang. Dia mengaku membeli kedelai Rp 9.400 per kilogram.
Baca juga : Pemerintah Harus Tetap Gencarkan Operasi Pasar
Iman menyebut, harga kedelai fluktuasi, namun kenaikannya tidak terlalu besar, Rp 100-200. “Kalau bisa sih terus menurun harganya,” harap Iman.
Meski begitu, diakui dia, harga Rp 9.400 ini normal dan masih aman. Iman bilang, perajin tahu bakal menjerit jika harga kedelai mencapai Rp 12.000.
“Produksi kami membutuhkan dua kuintal kedelai per hari," ujar Iman.
Karena itu, dia berharap Pemerintah dan stakeholder terkait dapat terus menjaga stabilitas harga kedelai. Sehingga usahanya dapat terus berjalan dan mempekerjakan warga sekitar.
Baca juga : Ditjen Keuda Kemendagri Hadirkan SIMPONI Demi Sukseskan Program MBG
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga mengatakan, harga kedelai di pasaran wilayah Pandeglang sekitar Rp 9.400 - 9.500 normal dan wajar.
“Pada saat ini tidak ada gejolak harga dan harga jual kedelai di tingkat importir. Masih sama dan stabil pada kisaran Rp. 8.500 - 8.700 per kilogram,” kata Hidayatullah, Selasa (16/9/2025).
Memperhatikan situasi ekonomi Indonesia dan kondisi global saat ini, Hidayatullah optimis supply dan demand kedelai dunia sampai dengan akhir 2025 tidak terjadi gejolak harga.
“Semoga harga masih tetap stabil dan terjangkau oleh para perajin tempe dan tahu nasional,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.