RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan pameran internasional Automechanika Jakarta 2026 yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Jakarta. Pameran ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri komponen otomotif nasional di kancah global.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan Automechanika merupakan ajang bergengsi dunia yang dapat memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatan industrinya.
“Indonesia memiliki kedalaman ekosistem industri otomotif yang sangat baik dengan lebih dari 1.500 perusahaan komponen roda empat dan 795 perusahaan komponen roda dua, yang menyerap sekitar 481.600 tenaga kerja. Pameran ini harus dimanfaatkan industri nasional untuk mendapatkan exposure global,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Menurut Setia, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 dunia dalam Manufacturing Value Added (MVA) dengan nilai sebesar 265,07 miliar dolar AS pada 2024, sekaligus menduduki posisi pertama di Asia Tenggara. Sektor manufaktur juga menjadi penyumbang terbesar ekspor nasional dengan nilai 196,5 miliar dolar AS atau 74,25 persen dari total ekspor tahun lalu.
Baca juga : Automechanika Jakarta 2026 Siap Digelar, Dorong RI Jadi Pusat Otomotif ASEAN
“Industri pengolahan nonmigas bahkan tumbuh 5,6 persen pada triwulan II 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan struktur industri kita makin kuat, terintegrasi, dan adaptif,” kata dia.
Selain itu, tren positif juga terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Indonesia pada Agustus 2025 yang berada di level 53,55 poin serta Purchasing Manager Index (PMI) sebesar 51,5 poin. Angka ini menjadi sinyal pertama kembalinya sektor industri ke zona ekspansif setelah empat bulan berturut-turut berada di wilayah kontraksi.
Lebih lanjut, Setia menyebutkan potensi pasar otomotif nasional sangat besar. Berdasarkan data International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA), kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia (490), Thailand (275), dan Singapura (211). Namun, penjualan kendaraan domestik Indonesia justru tertinggi di ASEAN.
“Pasar yang luas dan terus berkembang ini menjadi daya tarik nyata bagi investasi dan transfer teknologi, serta harus diimbangi dengan penguatan struktur industri,” tambahnya.
Baca juga : Daya Saing Menguat, Investasi Terdongkrak
Setia menjelaskan, peran industri otomotif tidak hanya pada skala produksi kendaraan, tetapi juga pada kontribusinya dalam perekonomian nasional. Pada 2024, nilai tambah bruto (NTB) industri kendaraan bermotor mencapai Rp180 triliun. Dengan backward linkage sebesar 0,975 dan forward linkage sebesar 0,835, industri ini memberikan dampak tambahan sekitar Rp150 triliun ke sektor hulu dan Rp176 triliun ke sektor hilir.
“Data ini menunjukkan betapa signifikan peran industri otomotif sebagai motor penggerak industri dan ekonomi nasional,” ujarnya.
Automechanika Jakarta 2026 sendiri akan menjadikan ibu kota sebagai kota ke-15 di dunia yang menyelenggarakan pameran bergengsi ini, setelah sebelumnya sukses digelar di Frankfurt, Shanghai, hingga Buenos Aires. Pameran ini diprakarsai Messe Frankfurt bekerja sama dengan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) serta PT Otohub Homtronik Indonesia.
“Kami berharap pameran ini menjadi etalase kekuatan industri nasional, mendorong kolaborasi dengan mitra internasional, sekaligus mempercepat hilirisasi otomotif yang sejalan dengan program Hasta Cita Pemerintah,” pungkas Setia.
Baca juga : Teken MoU, Barantin-BPOM Sepakat Perkuat Pengawasan Pangan Nasional
Menurutnya, hilirisasi industri otomotif menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan pembangunan nasional. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat daya saing, dan mengantarkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.