Dark/Light Mode

Ungguli Kuala Lumpur dan Bangkok, Jakarta Top 17 Transportasi Publik Terbaik

Senin, 8 September 2025 15:54 WIB
Ilustrasi Pelayanan bus TransJakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Ilustrasi Pelayanan bus TransJakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, Jakarta berhasil menduduki peringkat ke-17 dari 50 kota di dunia dalam kategori transportasi publik terbaik, berdasarkan hasil survei internasional yang dilakukan oleh Time Out, lembaga riset dan media global yang kredibel.

Survei Time Out melibatkan 18.000 responden dari seluruh dunia, dan mengevaluasi kualitas transportasi publik di 50 kota besar dunia. Hasilnya, Jakarta menempati posisi ke-17 secara global dan menjadi peringkat kedua terbaik di Asia Tenggara, hanya kalah dari Singapura.

“Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan berita yang sebenarnya secara spesifik mengembirakan. Yaitu oleh Time Out yang men-survey tentang sarana publik, fasilitas publik. Jakarta sekarang ini dari 50 negara, 18 ribu yang disurvey, itu berada nomor 17,” ujar Pramono di Halte Transjakarta Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Baca juga : Anggaran 2025: Tambahan Dana Untuk Subsidi Transportasi Dan Keselamatan

Dia menambahkan bahwa Jakarta kini mampu mengungguli sejumlah kota besar Asia Tenggara lainnya.

“Di ASEAN setelah Singapura, jadi kita lebih baik dari Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, dan sebagainya,” lanjutnya.

Pramono Anung menyebut, pencapaian ini menandai kemajuan signifikan Jakarta dalam menyediakan sarana transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warganya. 

Baca juga : Kurangi Macet Jakarta, Wagub Rano Ajak Warga Optimal Gunakan Transportasi Umum

“Time Out ini sebuah lembaga yang kredibel dunia, dan mudah-mudahan dengan ini kita bersama-sama, mari kita jaga Jakarta. Bisa lebih baik, bukan lagi menjadi ranking 17, tetapi bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Selain meningkatkan peringkat, Gubernur juga menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi publik di Jakarta. Dia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan merawat fasilitas yang ada.

“Tetapi yang paling penting dan terpenting adalah rasa aman, nyaman masyarakat itulah yang kita hadirkan mulai hari ini dan seterusnya,” katanya.

Baca juga : Sekolah Rakyat, Kopdes, Dan MBG Menuai Pujian

Dalam kesempatan yang sama, Salah satu halte yang mengalami kerusakan terparah adalah Halte Senen Sentral, yang kini resmi berganti nama menjadi Halte Jaga Jakarta.

Di halte yang baru diresmikan itu dipajang monumen berisi barang-barang yang terbakar saat kericuhan, mulai dari blower, televisi, hingga bongkahan guiding block. Semua disimpan dalam lemari kaca. Kini, Halte Jaga Jakarta sudah dilengkapi mushala, toilet, serta area khusus pedagang, dengan aktivitas penumpang yang mencapai sekitar 10 ribu orang per hari.

Menurut Pramono, perubahan nama halte ini dipilih untuk mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan kota.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.