BREAKING NEWS
 

Warung Kecil dan KUR BRI Antarkan Anak Bungsu Maslihah Jadi Sarjana

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 18 September 2025 11:17 WIB
Warung milik Maslihah di Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. (Foto: KW/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Curugluhur. Sebuah desa di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya dua jam dari pusat kota. Jalannya naik turun, berliku.

Di ujung jalan desa itu berdiri sebuah rumah sederhana. Di depannya menempel sebuah warung. Di dalam warung, rak kayu dengan sekat penuh barang kebutuhan sehari-hari.

Warung itu milik seorang ibu bernama Maslihah. Setiap pagi ia sibuk menata barang. Merapikan jajanan anak. Menyusun sabun, minyak goreng, beras, gula.

Tidak ada yang mewah. Tapi selalu ada pembeli. Tetangga mampir. Anak sekolah beli jajanan. Ibu rumah tangga beli sabun. Petani singgah beli kopi.

Dari warung itu ia hidup. Dari warung itu pula anak-anaknya disekolahkan.

Warungnya ramai. Tapi modal terbatas. Rak kayu dengan sekat itu sering kosong. Maslihah ingin menambah barang dagangan. Tapi uangnya tidak cukup.

Baca juga : Wamenperin: Kerja Sama BRICS Penting Untuk Masa Depan Industri Global

Sampai akhirnya ia mendengar ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Ia datang ke Kantor BRI di Sagaranten. Diarahkan ke mantri. Diminta surat keterangan dari desa. Disurvei sebentar.

Prosesnya mudah. Tidak berbelit. Tak lama kemudian, Rp 10 juta cair.

Program KUR ini memang dirancang BRI untuk usaha mikro, bahkan ultra mikro, agar bisa berkembang.

Dengan itu, ia bisa memperbesar modal. Dagangan lebih lengkap. Ada kulkas kecil untuk minuman dingin. Warung makin ramai.

Adsense

Sedikit demi sedikit, keuntungan disisihkan. Cukup untuk biaya kuliah anak bungsunya di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Dan kini anak itu sudah menyelesaikan kuliahnya. Tinggal menunggu satu momen istimewa: wisuda.

Orang jarang bertanya dari mana biaya kuliah datang. Yang dilihat hanya hasil akhirnya: toga, ijazah, gelar.

Baca juga : Lagi-Lagi Kecacingan Pada Anak Bangsa

Tapi, bagi keluarga Maslihah, jawabannya jelas. Biaya itu lahir dari warung kecil di Curugluhur. Dari rak kayu dengan sekat yang setiap hari diisi dagangan. Dari keberanian mengambil pinjaman KUR BRI.

Di Jawa Barat, semester pertama 2024, BRI menyalurkan KUR Rp 6,45 triliun kepada 141.910 pelaku usaha kecil. Angka-angka itu dingin di atas kertas. Tapi hangat di warung kecil Curugluhur. Hangat di tangan seorang ibu yang bisa menyekolahkan anaknya.

Oktober nanti, anak bungsu Maslihah akan diwisuda. Hari yang seharusnya jadi paling membahagiakan. Hari yang diperjuangkan dari warung kecil itu. Tapi, kursi untuk orang tua di ruang wisuda akan kosong.

Maslihah tidak ada di sana. Ia sudah berpulang pada 29 Juni 2025. Pulang ke pangkuan Ilahi.

Ada yang belum saya katakan. Maslihah itu ibu saya. Adik saya, yang bungsu, akan wisuda Oktober nanti. Berkat warung kecil itu. Berkat tambahan modal dari KUR BRI.

Ibu saya tidak sempat menyaksikan kelulusan adik saya. Tapi semangatnya akan selalu hidup di warung kecil itu.

Baca juga : Ribuan Mitra Ojol dan Karyawan Gojek Doa Bareng Habib-Pendeta, Ini Harapannya!

Sebuah warung di Curugluhur. Rak kayu dengan sekat. Seorang ibu bernama Maslihah. Seorang anak bungsu yang akan segera diwisuda.

Itu bukan cerita orang lain. Itu cerita keluarga saya. Sebuah bukti kecil, bahwa ketika rakyat diberi ruang untuk tumbuh, bangsa ikut melangkah maju.

Sekarang, setiap kali melewati jalan berliku menuju Curugluhur dan melihat warung kecil itu, saya selalu teringat Ibu. Warung itu tidak besar. Hanya rak kayu dengan sekat. Tapi, dari sanalah lahir biaya sekolah. Dari sanalah lahir mimpi. Dari sanalah lahir keberanian. KUR BRI membuat warung itu bernapas lebih panjang. Dan dari napas itulah satu anak desa bisa sampai ke panggung wisuda.

Di tempat lain, manfaat KUR BRI juga terasa. Ada penjahit yang bisa beli mesin baru. Ada pedagang bakso yang bisa punya gerobak lebih baik. Ada petani yang bisa beli pupuk lebih banyak. Hasilnya nyata. Usaha mereka bertahan. Anak-anak mereka sekolah lebih tinggi. Kecil-kecil, tapi mengubah hidup.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense