BREAKING NEWS
 

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi

Investasi Meningkat Dan Lapangan Kerja Terbuka

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 21 September 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
“Insya Allah paket-paket yang kita jalankan dari negara, Pemerintah, ditambah dengan partisipasi, kolaborasi dan kebersamaan seperti ini, akan mengatasi permasalahan ekonomi nasional saat ini,” ujar Muhaimin di Jakarta, Rabu (17/9/2025). 

Dia menjelaskan, penggunaan APBN dalam berbagai program yang dijalankan Pemerintah harus tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat. 

“Kami ingin dari Rp 3 ribuan triliun APBN, tidak ada satu rupiah pun yang tidak berbasis pada upaya pemberdayaan masyarakat,” tegas Muhaimin. 

Baca juga : Program 1 RT 1 APAR Ditunggu Kelanjutannya

Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menekankan, stimulus ekonomi yang diluncurkan Pemerintah harus diarahkan pada kegiatan produktif. 

Dengan begitu, manfaatnya tidak bersifat konsumtif dan bisa menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian masyarakat. 

“Stimulus tersebut juga meringankan beban APBN dalam jangka panjang,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka, Jumat (19/9/2025). 

Baca juga : Dony Oskaria Sinkronkan BUMN Dengan Danantara

Menurut Esther, program magang lulusan baru akan lebih efektif bila dipadukan dengan pelatihan sesuai kebutuhan industri. Langkah ini dapat menjadikan program magang sebagai match making antara lulusan baru dengan dunia industri. 

Dia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penggunaan anggaran. Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah disarankan memprioritaskan kelompok yang benar-benar membutuhkan. 

“Misalnya, jaminan sosial ketenagakerjaan bisa difokuskan bagi guru honorer dengan penghasilan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan. Sementara pekerja gig economy seperti ojek online bisa lebih banyak ditanggung oleh perusahaan yang menaungi,” jelasnya. 

Baca juga : Biarkan Pak Purbaya Tampil Apa Adanya

Esther menambahkan, stimulus fiskal idealnya bersifat sebagai “pancingan” agar penerima manfaat dapat menjadi lebih mandiri. 

Dengan demikian, keberlanjutan kebijakan tidak menimbulkan ketergantungan, melainkan memperkuat daya saing tenaga kerja dan memperluas basis produktif ekonomi nasional. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense