RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) mencatat pencapaian penting dalam kinerja keuangannya.
Lembaga pemeringkat Pefindo resmi menaikkan peringkat kredit PalmCo dari idA- menjadi idA dengan prospek stabil, mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan sehat di tengah tantangan sektor perkebunan.
Peningkatan ini mencerminkan fundamental PalmCo yang dinilai kuat di tengah tantangan sektor perkebunan.
Kenaikan peringkat tidak hanya berlaku untuk entitas perusahaan, tetapi juga sejumlah instrumen keuangan yang dimiliki. Di antaranya, MTN II Tahun 2021, MTN III Tahun 2019 Seri A dan B, serta Sukuk Ijarah II Tahun 2019 Seri A, C, dan E yang seluruhnya naik dari idA- menjadi idA. Adapun Sukuk Ijarah naik menjadi idA(sy).
Baca juga : Lentera National Resmi Meluncurkan Sekolah Kristen K–12 Di Park Serpong
Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa menilai, hasil tersebut sebagai indikator penting efektivitas strategi transformasi yang tengah dijalankan perusahaan.
"Hasil ini mencerminkan komitmen kami menjaga kesehatan finansial perusahaan, mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi, serta memastikan efisiensi operasional," kata Jatmiko dalam keterangan resminya, Senin (22/9/2025).
Dalam laporannya, Pefindo menyebut sejumlah faktor yang memperkuat penilaian PalmCo, mulai dari luasnya areal perkebunan, peningkatan produktivitas terutama kelapa sawit, hingga model bisnis yang terintegrasi dan terdiversifikasi.
Stabilitas harga minyak sawit mentah (CPO) juga dinilai memberi daya tahan terhadap tekanan eksternal, termasuk fluktuasi harga komoditas dan isu keberlanjutan lingkungan.
Baca juga : Setan Merah Bangkit, The Reds Tak Terbendung
PalmCo saat ini mengelola lahan tertanam seluas 618.935 hektare yang tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan, menjadikannya salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia.
Komoditas strategis yang dikelola antara lain kelapa sawit, karet, kopi, dan teh.
"Besarnya skala operasi kami bukan hanya soal ukuran, tetapi bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan daya saing," tegas Jatmiko.
Selama setahun terakhir, PalmCo berhasil memperbaiki rasio utang, memperkuat arus kas, serta melakukan strategi refinancing dan reprofiling sejumlah instrumen keuangan.
Baca juga : Rangkap Jabatan Kepala BKP Justru Tingkatkan Kualitas Komunikasi Publik
Meski dinilai berada di jalur positif, Pefindo tetap mencatat beberapa tantangan yang dihadapi PalmCo, seperti risiko ekspansi ke sektor hilir, sensitivitas terhadap harga komoditas global, serta potensi gangguan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
"Kami akan terus mengoptimalkan area perkebunan melalui peningkatan kinerja seluruh unit, termasuk yang berada dalam operasi bersama (KSO), untuk mencapai produktivitas yang seragam dan kuat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.