BREAKING NEWS
 

Permudah Masyarakat Sediakan Kebutuhan Energi

Pertamina Terus Perluas Distribusi BBM Dan Gas

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 25 September 2025 06:35 WIB
Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menegaskan tekadnya untuk terus menjaga pasokan energi ke seluruh masyarakat. Karena itu, perusahaan pelat merah ini terus memperluas distribusinya. Termasuk menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta.

Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, di tengah keterbatasan stok BBM di SPBU swasta, pihaknya akan menerapkan mekanisme penjualan BBM secara terbuka atau open book

Sekaligus mempertimbangkan biaya-biaya lain yang mungkin muncul, agar kemudian diatur mekanismenya secara Business to Business (B2B). 

Baca juga : Bapanas: Harga Beras Di 148 Daerah Turun

Pihaknya memastikan, tidak akan mencari keuntungan saat menjalankan tugas mengimpor BBM tambahan untuk SPBU milik swasta. 

“Pertamina tidak akan memanfaatkan situasi ini,” tegas Simon di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam. 

Pasalnya, sambung Simon, Pertamina tidak ingin harga BBM yang dijual ke masyarakat nantinya malah jadi lebih tinggi. 

Baca juga : Uji Coba RDF Plant Di Rorotan Ditunda Lagi

“Kita harapkan harga ke konsumen tidak berubah,” ucapnya. 

Simon juga menegaskan, pihaknya tetap menjaga konsistensi mutu BBM sesuai standar, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. 

Standarnya sesuai spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas Kementerian ESDM). “Setelah itu, BBM yang kami kirimkan ke semua (SPBU Swasta), akan diramu sesuai resep masing-masing,” katanya. 

Baca juga : Crazy Rich Brebes Windu Aji Tak Dihukum Di Kasus TPPU

Saat ini, Pertamina bersama SPBU swasta juga sedang menyiapkan langkah impor tambahan untuk menutup kebutuhan pasokan minyak mentah dalam negeri. 

Namun, besaran volume impor masih akan menunggu laporan kebutuhan dari masing-masing badan usaha. 

“Kami juga (punya) tugas utama menjaga ketahanan energi. Kami meningkatkan lifting bersama K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas) lainnya,” ucapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense