Sebelumnya
Menurut Fadjar, upaya distribusi energi ini tak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Tetapi, juga menggerakkan industri, sehingga ekonomi nasional berjalan baik.
Terpisah, Peneliti dan Analis Kebijakan Publik Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran berharap, Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat memulihkan kepercayaan publik dan menciptakan pasar yang sehat.
Sebab, di tengah menurunnya kepercayaan konsumen terhadap perusahaan negara yang berwenang mengurusi BBM, stok SPBU swasta malah minim.
Baca juga : Bapanas: Harga Beras Di 148 Daerah Turun
“Tentu ini merugikan konsumen, menimbulkan keresahan, bahkan mengancam pekerjaan para pegawai,” ujar Hasran kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Hasran menerangkan, dalam konteks yang lebih luas, situasi ini bukan sekadar masalah teknis pasokan. Melainkan bagaimana implementasi Neraca Komoditas sebagai dasar pemberian kuota dan izin impor.
Seperti diketahui, Neraca Komoditas menggunakan basis data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan kuota dan izin ekspor impor di Indonesia.
Baca juga : Uji Coba RDF Plant Di Rorotan Ditunda Lagi
Adapun impor beberapa komoditas yang diatur dengan sistem ini, di antaranya bahan bakar, garam, bawang putih, beras, gula, daging lembu dan jagung.
Lantaran ada perubahan kebijakan, kini industri harus mengajukan izin dua kali setahun.
“Akibatnya, kata dia, pasokan BBM swasta keburu habis, sementara izin impor yang baru belum terbit,” cetusnya.
Baca juga : Crazy Rich Brebes Windu Aji Tak Dihukum Di Kasus TPPU
Ia menekankan, kondisi inilah yang memicu kelangkaan di berbagai SPBU swasta saat ini.
“Ini perlu dilakukan evaluasi. Jika tidak, maka Neraca Komoditas ini akan berisiko menjadi sistem birokrasi perdagangan yang justru memperbesar ketidakpastian pasar,” ingatnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.