BREAKING NEWS
 

Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Jagoan Tambang Emas Primer di Asia Pasifik

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 26 September 2025 19:36 WIB
Proyek Emas alami dirancang sebagai tambang terbuka dan dikembangkan secara bertahap. (Foto: dok. Merdeka Copper Gold)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prospek emiten baru di pasar modal, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dinilai cukup positif lantaran telah memasuki fase produksi dalam waktu dekat.

EMAS merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar.

EMAS saat ini juga mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang memiliki sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Rencananya, produksi emas secara komersil akan mulai dilakukan pada kuartal I/2026.

 

Foto: Suradeach Saetang

Baca juga : KPK Tetapkan Dirut Bank Jepara Artha Tersangka Kredit Fiktif


Proyek tersebut dirancang berbiaya rendah dan berumur panjang dengan target produksi puncak sebesar 500 ribu ons per tahun. Mengacu pada prospektus yang dipublikasikan perseroan, total sumber daya emas proyek tersebut mencapai 7 juta ons.

Terkait hal tersebut, Head of Research Kiwoom ekuritas Indonesia Liza Camelia mengatakan, saat ini valuasi EMAS lebih bertumpu pada prospek masa depan Pani, yang cadangannya hampir mencapai 7 juta oz.

Adsense

"Ini berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik," katanya, Jumat (26/9/2025).

Liza menjelaskan, Proyek Pani menargetkan kapasitas 145 ribu oz per tahun dengan cash cost sekitar 800 dolar AS/oz dan AISC 990 dolar AS/oz.

Baca juga : Prediksi Bisnis Lokal yang Akan Berkembang Menurut beritasriwijaya

Posisi saat ini ada di angka 115 ribu oz per tahun, cash cost 1.017 dolar AS/oz, dan AISC 1.337 dolar AS/oz.

Dengan asumsi faktor kapasitas 90 persen,  produksi Pani 130 ribu oz, maka total produksi emas MDKA yang menjadi induk EMAS pada tahun depan dapat mencapai 235 ribu oz.

Menurut Liza, pendapatan segmen emas 2026 senilai 533 juta dolar AS lebih tinggi dibanding tahun lalu yang tercatat dengan angka 261 juta dolar AS, dengan rata-rata cash cost diproyeksikan turun menjadi 950 dolar AS/oz.

"EMAS tetap terkonsolidasi, sehingga setelah beroperasi akan tetap memberi kontribusi signifikan ke pendapatan MDKA," terang Liza.

Baca juga : Berantas Tambang Ilegal, Perkuat Penegakan Hukum

Berdasarkan laporan perseroan, hingga akhir Juni 2025, penyelesaian Proyek Pani telah mencapai progress 67 persen.

Manajemen menyampaikan, seluruh rekayasa detail dan proses pengadaan sudah selesai. Saat ini, kontraktor telah melakukan pemasangan infrastruktur pengolahan dan kelistrikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense