BREAKING NEWS
 

Berpotensi Tembus Rp 2,5 Juta Per Gram

Harga Emas Selangit Peminat Tetap Melejit

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 7 Oktober 2025 06:35 WIB
Harga emas Antam naik Rp 11.000 menjadi Rp 2.250.000 per gram.  (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga emas terus bergerak naik. Jika dibandingkan September tahun lalu, harga emas sudah naik hingga 45 persen. Yang menarik, peminatnya tetap melejit. Fenomena ini terjadi karena komoditas ini dianggap investasi yang aman dan menjanjikan.

Kenaikan harga emas yang terus naik tidak hanya menarik minat masyarakat untuk membeli, tetapi juga menjualnya. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, masyarakat yang sudah lama memiliki emas, berpotensi menjualnya karena harga tinggi. 

“Kalau yang ingin cari untung bisa menjualnya, tergantung kondisi keuangan masyarakat,” ujar Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ibrahim juga memproyeksi, harga emas dunia masih akan terus naik. 

Baca juga : Mandalika Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Kemarin, perdagangan emas dunia ditransaksikan di level support-nya sebesar 3.854 dolar Amerika Serikat (AS), setara Rp 63,9 juta pertrade-on. Kemudian, resistennya adalah 3.916 dolar AS (Rp 64,9 juta) per trade-on

Begitu pun perdagangan emas untuk satu minggu ini, kemungkinan besar support-nya ada di angka 3.823 dolar AS dan resistennya di angka 3.955 dolar AS. 

“Masyarakat pun masih punya opsi untuk menambah pundi-pundi emasnya,” katanya. 

Namun Ibrahim menilai, harga emas untuk menembus level psikologisnya, di angka 4.000 dolar AS (Rp 66,3 juta) per troy ounce, kemungkinan sangat sulit. 

“Sebelumnya diprediksi di angka 4.100-4.150 dolar AS per troy ounce. Tapi kemungkinan terbatas, hanya di 4.000 dolar AS,” katanya. 

Baca juga : Lokasinya Lebih Ikonik, Bisa Dinikmati Warga Saat Macet

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain kebijakan moneter di Amerika, dinamika geopolitik global juga diperkirakan masih menjadi faktor utama yang menggerakkan harga emas dunia. 

Seperti, belum berakhirnya konflik antara Rusia-Ukraina dan ketegangan di Eropa, membuat permintaan terhadap logam mulia sebagai safe haven tetap tinggi. 

Selain itu, meredanya konflik di Timur Tengah setelah Hamas menerima proposal perdamaian dari Presiden AS Donald Trump, juga bisa sedikit menahan laju kenaikan emas. 

Menurut Ibrahim, proposal tersebut mendapat dukungan dari berbagai negara Arab, dan diharapkan membawa stabilitas di negara kawasan. 

“Kemungkinan besar ini akan membuat perdamaian di Timur Tengah. Nah, ini yang nanti sedikit menekan harga emas dunia,” terangnya. 

Baca juga : Kejagung: Nadiem Tersangka Berdasarkan Empat Alat Bukti

Ibrahim menambahkan, kenaikan harga emas dunia berpotensi turut mendorong harga logam mulia di pasar domestik. 

Adsense

Ibrahim bilang, bila rupiah terus menguat terhadap dolar AS, harga emas domestik bisa tertahan di kisaran Rp 2,1 jutaRp 2,2 juta per gram. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense