BREAKING NEWS
 

Wamenperin: Industri RI Jadi Magnet Investor Jepang Di World Expo Osaka

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 11 Oktober 2025 11:14 WIB
Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dalam sambutannya saat membuka Business Forum di Paviliun Indonesia, World Expo 2025 Osaka (6/10/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri manufaktur Indonesia kian menunjukkan daya saing di tingkat global melalui partisipasi pada ajang World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi industri nasional di pasar global.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, World Expo 2025 Osaka menjadi momentum penting untuk menampilkan potensi industri Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Forum ini bukan hanya ajang menampilkan potensi industri Indonesia, tetapi juga wahana untuk memperkuat kemitraan global dalam mewujudkan pertumbuhan industri yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Faisol dalam sambutannya saat membuka Business Forum di Paviliun Indonesia, Osaka, Senin (6/10).

Faisol menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan industri yang tangguh, hijau, dan berbasis teknologi.

Dalam rangkaian Theme Weeks 8: DSG’s + Beyond Future Society of Life pada 6–13 Oktober 2025, Kemenperin menyelenggarakan sejumlah kegiatan, antara lain Business Forum, Rolling Exhibition, dan Business Matching.
Kegiatan ini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi untuk memperkenalkan potensi industri nasional sekaligus menarik investasi baru di sektor teknologi dan keberlanjutan.

Baca juga : Saleh Husin: Industri Jadi Kunci Capai Target Ekonomi 8 Persen

Di sela agenda tersebut, Wamenperin melakukan pertemuan dengan dua mitra strategis Jepang, yakni Panasonic Energy dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).
Pertemuan dengan Panasonic membahas kerja sama teknologi baterai, sementara dengan NEDO berfokus pada riset dan pengembangan teknologi industri berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy menuturkan bahwa partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka memperkuat diplomasi industri nasional.

“Kegiatan ini membuka peluang besar bagi ekspansi produk manufaktur Indonesia, tidak hanya ke Jepang tetapi juga ke pasar global,” ujarnya.

Adsense

Pada hari pertama forum, Kemenperin menandatangani sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya antara Dirjen KPAII Tri Supondy dan Presiden NEDO Jepang Yokoshima Naohiko.
Kerja sama bertajuk “Cooperation on the Development, Utilization, and Optimization of Sustainable Technology in the Industrial Sector” tersebut menandai komitmen kedua pihak dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan di sektor industri.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement antara Direktur Kawasan Industri Artha Industrial Hill dan CEO Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd.
Dengan nilai investasi mencapai 317 juta dolar AS, LiuGong akan membangun fasilitas manufaktur modern di Kawasan Industri Artha Industrial Hill, Karawang. Kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Wamenperin.

Baca juga : Menperin: Industri Pengolahan Nonmigas Mesin Utama Ekspor Nasional

Forum juga menampilkan presentasi dari sejumlah perusahaan Indonesia, seperti Artha Industrial Hill yang memaparkan konsep kawasan industri berkelanjutan, PT Evergen Resources dengan teknologi mikroalga komersial, serta PT Onduline Manufaktur Indonesia yang memperkenalkan produk atap bitumen ramah lingkungan.

Pada hari kedua, fokus beralih ke sektor industri agro. Tiga perusahaan nasional — PT Frootiful Natural Nusantara, PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), dan PT Bukit Sari — menampilkan produk inovatif mereka.
Selain itu, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Jepang seperti Space Seed Holdings Inc. dan Take Craft LLC untuk kerja sama di bidang gaya hidup sehat, bioteknologi, dan nutrisi mikroalga.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, mengatakan partisipasi sektor agro Indonesia menunjukkan kemampuan industri nasional bersaing dalam tren global berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kami ingin meyakinkan dunia bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi pangan dan produk alami bernilai tambah tinggi,” katanya.

Menutup rangkaian acara, Wamenperin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan forum.

Baca juga : Keterlibatan Industri yang Kuat Tandai Kesuksesan Debut Interzum Jakarta

“Saya berharap jejaring yang terbangun melalui kegiatan ini menghasilkan kerja sama nyata dan mempererat hubungan industri antara Indonesia, Jepang, dan komunitas internasional,” ujarnya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut akan menjadi langkah strategis menuju industri nasional yang semakin tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense