BREAKING NEWS
 

Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 17 Oktober 2025 22:11 WIB
Kepala Cabang Pelni Jakarta Dicky Dermawandi. (Foto: Pelni)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni mengapresiasi keberhasilan anggota TNI Angkatan Laut (AL) telah berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis sabu di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Senin (13/10/2025) lalu.

Sebanyak 4 orang pelaku yang berangkat dari Pelabuhan Pontianak dan turun di Pelabuhan Tanjung Priok berhasil diamankan dan langsung diserahkan ke Polres Tanjung Priok pada hari yang sama.

Sekretaris Perusahaan Pelni Evan Eryanto menjelaskan, anggota TNI AL yang berhasil mengidentifikasi kurir sabu tersebut merupakan personel pengamanan tambahan yang ditugaskan di Pelni berdasarkan kerja sama dengan TNI AL.

"Keberadaan mereka secara legal diperkuat oleh kerja sama antara PELNI dan TNI AL yang sudah terjalin selama tiga tahun terakhir," kata Evan di Jakarta, Jumat (17/10/2025). 

Baca juga : Lewat Danantara, Pemerintah Menjaga Sayap Garuda

Saat kejadian, kata Evan, petugas TNI AL mencurigai gerak-gerik salah satu penumpang yang baru turun dari KM Kelimutu sekitar pukul 03.00 WIB. 

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, ditemukan 4 kantong sabu yang disembunyikan di balik korset pelaku. "Dari pengakuan pelaku, petugas Pelni kemudian mengamankan 3 pelaku lain yang sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka pergi," jelasnya. 

Adsense

Dari keempat pelaku, petugas menyita 16 kantong sabu dengan total berat 10,344 kilogram senilai sekitar Rp10 miliar.

Meski mengapresiasi keberhasilan petugas, Evan menyoroti lemahnya pengawasan terhadap barang bawaan penumpang di pelabuhan.

Baca juga : Datangi Kejagung, Menhaj Minta Pendampingan Hukum Pelaksanaan Haji

Ia mengharapkan, perhatian serius dari para pemangku kepentingan untuk menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang.

"Peristiwa ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan keamanan terhadap barang bawaan penumpang," ujarnya.

Sementara, Kepala Cabang Pelni Jakarta Dicky Dermawandi menambahkan, keempat pelaku diketahui naik kapal dari Pontianak.

"Berkat kesigapan dan pengalaman personel TNI AL dalam mengenali gelagat mencurigakan, keempat pelaku berhasil diamankan segera setelah turun dari kapal," kata Dicky.

Baca juga : Menkeu Purbaya Warning Bea Cukai, Minta Pengawasan Dan Integritas Diperkuat

Secara prosedur, kata Dicky, pemeriksaan barang bawaan penumpang merupakan kewenangan pemilik dan pengelola pelabuhan. 

Dari total 72 pelabuhan yang disinggahi 25 kapal penumpang Pelni, sebanyak 36 pelabuhan dikelola oleh Pelindo dan 36 lainnya oleh KSOP/KUPP di bawah Kementerian Perhubungan. "Namun, hanya 26 pelabuhan yang saat ini dilengkapi dengan mesin X-Ray sebagai alat bantu pemeriksaan keamanan," ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense