BREAKING NEWS
 

Makin Viral Di Medsos, Pelni Dukung Banda Neira Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 20 Oktober 2025 20:36 WIB
Kepala Cabang Pelni Ambon Marthin Heryanto (rompi biru) dan Manager Komunikasi Korporasi Pelni Ditto Pappilanda sebelum KM Sangiang bertolak ke Banda Neira, di Pelabuhan Ambon, Maluku, Senin (20/10/2025). (Foto: Nana Maulana/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) terus menjadi pilihan bagi masyarakat dan wisatawan menuju Banda Neira, Provinsi Maluku.

Langkah ini sejalan dengan makin viralnya Banda Neira sebagai destinasi wisata unggulan di media sosial.

“Sejak Februari 2025, jumlah penumpang naik sekitar 15 persen. Saya perhatikan, kenaikan itu terjadi ketika banyak konten tentang Banda Neira bermunculan di media sosial,” ujar Kepala Cabang Pelni Ambon Marthin Heryanto di Ambon, Maluku, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, tren ini menunjukkan tingginya minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, terhadap pulau bersejarah itu.

“Hampir semua kapal Pelni kini membawa turis asing dan domestik, terutama anak muda,” ungkap Marthin. 

Saat ini, Banda Neira disinggahi oleh tiga kapal penumpang dan satu kapal perintis. Ketiganya adalah KM Labobar (kapasitas 3.000 penumpang), KM Pangrango (500 penumpang), KM Sangiang (500 penumpang), serta KM Sabuk Nusantara 106 (400 penumpang).

 

KM Sangiang saat bersandar di Pelabuhan Ambon dan bersiap bertolak ke Banda Neira, Senin (20/10/2025). (Foto: Nana Maulana/Rakyat Merdeka/RM.id)

Baca juga : Perlu Akademi Atlet Untuk Cetak Talenta Kelas Dunia

 

Marthin menjelaskan, wisatawan dapat kembali menggunakan kapal Pelni untuk meninggalkan Banda setelah puas berwisata selama tiga hingga empat hari.

Hal ini menyesuaikan pola pelayaran kapal yang rata-rata berlayar ke arah timur selama beberapa hari sebelum kembali ke arah barat.

Sebagai contoh, KM Labobar yang berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta, membutuhkan waktu lima hari untuk tiba di Banda Neira.

Setelah itu, kapal melanjutkan pelayaran hingga Fakfak, lalu kembali ke Banda empat hari kemudian sebelum berlayar ke Jakarta.

Adsense

“Selama tiga hingga empat hari berada di Banda Neira, wisatawan dapat menjelajahi kota kecil Banda, menelusuri jejak rempah yang bersejarah, hingga menikmati aktivitas laut dan panorama perbukitan dengan latar Gunung Banda yang legendaris,” tutur Marthin.

Khusus KM Pangrango, kapal tipe 500 pax itu berangkat dari Ambon setiap Jumat sore dan tiba di Banda pada Sabtu pagi.

Baca juga : Roemah Nena Cirendeu, Ruang Bahagia Para Lansia Pecinta Musik

"Jadi wisatawan bisa menginap di atas kapal, menikmati akhir pekan di Banda, lalu kembali ke Ambon Minggu sore dan tiba Senin pagi," ujarnya.

Marthin menambahkan, sepanjang 2024, jumlah penumpang kapal Pelni yang turun di Banda mencapai 49.529 orang. Sementara hingga September 2025, jumlahnya sudah menembus 42.200 penumpang.

“Kita perkirakan jumlah wisatawan akan terus naik hingga akhir tahun, didorong momen Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Sementara itu, Manager Komunikasi Korporasi Pelni Ditto Pappilanda menilai, pola operasi kapal Pelni sangat mendukung aktivitas wisata ke Banda Neira.

“Tiga kapal penumpang dari Pelabuhan Ambon ke Banda semuanya berangkat malam dan tiba pagi. Jadi ketika wisatawan sampai, bisa langsung berwisata,” ujarnya.

Rakyat Merdeka/RM.id dan sejumlah jurnalis berkesempatan ikut perjalanan menuju Banda Neira menggunakan KM Sangiang dalam rangka Media Gathering Pelni.

Perjalanan dari Jakarta dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Pattimura, Ambon. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan laut ke Banda Neira menggunakan KM Sangiang sekitar pukul 13.00 WIT, dengan durasi pelayaran sekitar 16 jam.

Baca juga : Fabio Cannavaro Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Uzbekistan

Selama perjalanan, suasana dek penumpang KM Sangiang tampak ramai. Tempat tidur di kelas ekonomi pun penuh terisi.

Rafael, wisatawan asal Spanyol yang turut menumpang KM Sangiang, mengaku puas dengan pelayanan kapal Pelni.

Dia bahkan membandingkannya dengan pengalamannya beberapa tahun lalu.

“Sekarang jauh lebih baik. Dulu waktu saya pertama kali naik kapal Pelni, Belum ada sistem keluar-masuk yang jelas. Tapi sekarang sudah tertib,” ujar Rafael pada RM.id di KM Sangiang, Senin (20/10/2025).

Berikut rute kapal Pelni yang menyinggahi Banda Neira, pulau yang dijuluki “Pulau Rempah”. KM Labobar melayani rute Jakarta–Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Fakfak–Kaimana (PP). Kedua, KM Pangrango menempuh rute Ambon–Namrole–Ambon–Banda–Saumlaki (PP). Sementara KM Sangiang berlayar dari Bitung–Ternate–Bacan–Sanana–Namlea–Ambon–Banda–Geser–Fakfak (PP). Adapun KM Sabuk Nusantara 106 menempuh jalur Ambon–Banda–Geser–Gorom–Kesui–Teor–Pulau Kur–Tual (PP).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense