Dark/Light Mode

PM Keir Starmer Umumkan Pengakuan Inggris Terhadap Negara Palestina

Senin, 22 September 2025 08:48 WIB
PM Inggris Keir Starmer (Foto: X/@Keir_Starmer)
PM Inggris Keir Starmer (Foto: X/@Keir_Starmer)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer telah mengumumkan pengakuan Inggris atas negara Palestina. Pengakuan ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pemerintah Inggris. 

"Dalam menghadapi kengerian yang berkembang di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup,” kata PM Starmer dalam pernyataan video di X, Minggu (21/9/2025). 

Selain Inggris, negara lain yang juga mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina adalah Australia, Kanada, dan Portugal. Prancis diperkirakan akan menyusul.

Pengakuan resmi itu telah menuai kritik keras dari pemerintah Israel, keluarga sandera yang ditahan di Gaza dan beberapa kalangan konservatif. 

Seperti dilansir BBC, PM Israel Benjamin Netanyahu blak-blakan mengatakan, negara Palestina tidak akan terwujud.

Baca juga : Tokoh Adat Serukan Penolakan Aksi Anarkis, Jaga Papua Tetap Damai

Kepada para pemimpin negara yang telah menyatakan pengakuan terhadap Palestina, Netanyahu mengatakan, "Anda memberikan hadiah besar untuk terorisme".

Pemerintah Israel dan AS mengatakan, pengakuan terhadap negara Palestina adalah hadiah diplomatik untuk Hamas, yang menyerang wilayah Israel selatan pada 7 Oktober 2023, hingga mengakibatkan 1.200 orang tewas dan 251 orang disandera.

Namun, PM Starmer bersikeras keputusan itu bukanlah hadiah untuk Hamas. Menurutnya, pengakuan terhadap negara Palestina justru akan membuat Hamas tidak memiliki masa depan, tidak memiliki peran dalam pemerintahan, serta tidak berperan dalam keamanan.

"Kami menyerukan solusi dua negara, berkebalikan dari visi kebencian (Hamas)," katanya.

"Langkah ini merupakan janji kepada rakyat Palestina dan Israel, akan ada masa depan yang lebih baik. Kelaparan dan kehancuran di Gaza benar-benar tak tertahankan. Kematian dan kehancuran membuat kita semua ngeri," papar PM Starmer.

Tanggapan Palestina 

Baca juga : Trump Tak Setuju Dengan Rencana Inggris Akui Negara Palestina

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik keputusan Inggris, yang telah dikonfirmasi PM Starmer lewat surat.

Menurutnya, pengakuan tersebut akan membantu membuka jalan bagi Palestina untuk hidup berdampingan dengan negara Israel dalam kondisi keamanan, perdamaian, dan tetangga yang baik. 

"Inggris telah mengakui kenegaraan Palestina atas perbatasan sementara, berdasarkan garis 1967 dengan pertukaran tanah yang sama, untuk diselesaikan sebagai bagian dari negosiasi di masa depan," sebut Kementerian Luar Negeri Palestina.

Solusi dua negara mengacu pada pembentukan negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Secara luas, ini sejalan dengan garis yang ada sebelum perang Arab-Israel 1967.

Saat ini, keberadaan negara Palestina diakui oleh sekitar 75 persen dari 193 negara anggota PBB. Namun, Palestina tidak memiliki batas, modal, atau tentara yang disepakati secara internasional. Sehingga, sebagian besar pengakuan  bersifat simbolis.

Baca juga : Pertamina Umumkan Pemenang Energynovation Ideas Competition 2025

Karena pendudukan militer Israel di Tepi Barat, Otoritas Palestina, yang didirikan setelah perjanjian damai pada tahun 1990-an, tidak sepenuhnya mengendalikan tanah atau rakyatnya.

Di Gaza, yang menjadi wilayah pendudukan Israel, Hamas telah menjadi penguasa tunggal sejak 2007.

Terkait pengakuan terhadap negara Palestina, PM Kanada Mark Carney menawarkan kemitraan membangun janji masa depan yang damai untuk Palestina dan Israel.

PM Australia Anthony Albanese berpendapat, pengakuan terhadap negara Palestina merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk membangun momentum baru solusi dua negara.

Sementara Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menyebut solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.