RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Indonesia membangun kemandirian dalam teknologi kereta cepat kian nyata. Sebanyak 513 sumber daya manusia (SDM) Indonesia resmi dinyatakan lulus dari program transfer knowledge yang dijalankan bersama tenaga ahli China Railway untuk pengoperasian dan perawatan Kereta Cepat Whoosh.
Jumlah tersebut setara 89 persen dari total 579 SDM Indonesia yang mengikuti program. Sementara 66 SDM lainnya (11 persen) masih menjalani tahap akhir sertifikasi dan penyiapan dokumen pendukung sebelum dilakukan proses handover secara bertahap.
General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, menyebut capaian ini sebagai bukti keberhasilan kolaborasi Indonesia–China dalam membangun kemampuan nasional di bidang perkeretaapian cepat. “Selama dua tahun operasional Whoosh, proses transfer knowledge berjalan baik dan sesuai target. Indonesia kini semakin mandiri dalam mengelola sistem kereta cepat,” ujar Eva di Jakarta, Rabu (22/10).
Baca juga : Dreamfly Indonesia Gelar Uji Coba Drone Kargo Listrik DF-L100 Di Kertajati
Eva menjelaskan, seluruh SDM dilatih menggunakan sistem dan sarana berstandar internasional, dengan bimbingan langsung tenaga ahli kereta cepat dari China. Pelatihan mencakup tiga bidang utama, yakni Operation, EMU Maintenance, dan Fixed Assets.
Rinciannya, 113 SDM Operation kini siap bertugas sebagai masinis, petugas OCC, serta pengendali tanggap darurat dan operasi. Kemudian, 53 SDM EMU Maintenance akan menangani perawatan sarana kereta cepat, dan 347 SDM Fixed Assets bertanggung jawab atas pemeliharaan jembatan, rel, sinyal, komunikasi, sistem kelistrikan (OCS), dan peralatan berat.
Program ini mencakup pelatihan intensif meliputi HSR Training, On the Job Training (OJT), dan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan, sehingga para SDM mampu menguasai sistem teknologi perkeretaapian cepat secara menyeluruh.
Baca juga : NEXT Indonesia: Setahun Prabowo Kemiskinan RI Terendah Sepanjang Sejarah
Eva menegaskan, keberhasilan ini bukan hanya memperkuat operasional Whoosh, tetapi juga menandai lompatan besar dalam penguasaan teknologi transportasi modern oleh tenaga kerja Indonesia.
“Kolaborasi ini tidak sekadar transfer teknologi, tetapi juga transfer kemampuan dan pengetahuan. Ke depan, SDM Indonesia yang telah berpengalaman akan menjadi mentor bagi generasi berikutnya,” tutupnya.
Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang melaju hingga 350 km/jam, melayani rute Jakarta–Bandung melalui empat stasiun utama: Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon. KCIC berkomitmen menghadirkan transportasi yang cepat, aman, dan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.