BREAKING NEWS
 

PLN Nyalakan 8.000 Titik Kehidupan Baru: Energi Berdaulat dari Sabang hingga Bali

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 27 Oktober 2025 14:01 WIB
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo (kiri), menyalakan sambungan listrik di salah satu rumah penerima manfaat program Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan di Gampong Cot Abeuk, Sabang, Aceh, pada Senin (20/10). Cahaya lampu yang menyala menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat prasejahtera untuk menikmati energi listrik secara mandiri. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cahaya itu datang setelah penantian panjang. Malam di Gampong Cot Abeuk, Sabang, Aceh, kini tak lagi gelap. Dari jendela rumah sederhana berlantai tanah, Fitriani (38) menatap lampu di ruang tamunya yang baru menyala malam itu. Ia menahan haru.

“Saya menangis waktu dikasih tahu dapat (sambungan) listrik gratis. Akhirnya saya punya listrik sendiri,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Salah satu penerima manfaat, Fitriani (38), saat menyalakan listrik di rumahnya untuk pertama kali. Bagi Fitriani, hadirnya listrik tak hanya membawa terang, tetapi juga harapan untuk kehidupan yang lebih baik. (Foto: Dok. PLN)

Selama bertahun-tahun, ibu dua anak itu hidup dalam keterbatasan. Rumahnya hanya diterangi satu lampu minyak. Usaha warung kecilnya kerap terhenti karena malam terlalu gelap. Kini, dengan sambungan listrik baru dari PLN, Fitriani bisa berjualan hingga larut malam.

“Dulu malam-malam gelap sekali, cuma satu lampu kecil. Sekarang terang, saya bisa jualan sampai malam,” katanya.

Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” menjadi kado PLN bagi masyarakat di pelosok Indonesia pada momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.

Di Sabang, sepuluh keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat. Di tempat lain, ribuan titik cahaya baru menyalakan kehidupan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam gelap.

Menyalakan Semangat, Bukan Sekadar Lampu

Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, menyebut inisiatif PLN sebagai langkah nyata dalam membangkitkan semangat masyarakat. “PLN tidak hanya menyalakan lampu, tapi menyalakan semangat hidup,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menegaskan bahwa listrik bukan sekadar urusan energi, tetapi juga kehidupan.

“Selama masih ada satu rumah rakyat Indonesia yang hidup dalam gelap, pekerjaan kami belum selesai. Karena terang bukan hanya urusan energi, terang adalah urusan kehidupan, pendidikan, dan masa depan bangsa,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo (kiri) tengah berbincang dengan salah satu penerima manfaat, Fitriani (kedua dari kiri). Fitriani tak kuasa menahan haru saat menceritakan perubahan positif yang akan dirasakan setelah rumahnya mendapat sambungan listrik gratis program "Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan" dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional ke-80. (Foto: Dok. PLN)

PLN menyadari bahwa kemandirian energi adalah fondasi dari kedaulatan bangsa. Melalui program sosial seperti ini, PLN tak hanya menghadirkan cahaya, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan: setiap rumah rakyat berhak menikmati terang.

Dari Kalimantan Tengah, Terang Itu Menembus Hutan

Baca juga : PLN EPI dan JERA Jepang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ratusan kilometer dari Sabang, di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, lampu-lampu listrik juga baru saja menyala setelah puluhan tahun.

Sebelumnya, warga di 22 desa hanya mengenal malam lewat cahaya redup lampu minyak dan api kayu bakar. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), PLN menghadirkan listrik 24 jam penuh di kawasan dengan rasio desa berlistrik terendah di Kalimantan Tengah.

Prosesi penyalaan di Desa Hingan Tokung pada Selasa, 10 September 2025, menjadi momen bersejarah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya, saya mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Kalselteng atas terealisasinya penyambungan listrik desa ini. Ini adalah mimpi panjang masyarakat yang akhirnya terwujud,” kata Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph.

Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph didampingi Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kuala Kapuas, Saifudin (kanan) berbincang dengan salah satu warga penerima program listrik desa di desa Hingan Tokung, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Maria (tengah). (Foto: Dok. PLN)

Ia menilai kehadiran listrik menjadi fondasi kemajuan daerah. “Dengan adanya listrik, aktivitas warga akan lebih mudah, anak-anak bisa belajar lebih nyaman, usaha kecil dapat berkembang, dan kualitas pendidikan meningkat,” ujarnya, Selasa, 10 September 2025.

Pembangunan jaringan listrik di pedalaman Murung Raya bukan pekerjaan ringan. Tiang dan trafo harus diangkut melewati sungai, jalan berlumpur, dan perbukitan.

“Ada beberapa desa yang aksesnya hanya jalan kecil, sulit untuk mengangkut tiang dan trafo yang berat. Tapi kami berharap sebelum 2030, seluruh desa di Murung Raya sudah berlistrik PLN,” ujar General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, Selasa, 10 September 2025.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perluasan elektrifikasi di pelosok adalah bagian dari misi strategis PLN.

Adsense

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanahi menyediakan energi listrik, PLN memastikan setiap rupiah penugasan negara akan menjadi cahaya dan kesejahteraan bagi rakyat,” tegasnya, Selasa, 10 September 2025.

Kini, rasio desa berlistrik di Murung Raya melonjak dari 40 persen menjadi lebih dari 65 persen dalam dua tahun terakhir. Dari lampu minyak menuju listrik PLN, dari gelap menuju terang, warga kini menatap masa depan dengan optimisme baru.

Cahaya dari Tanah Jawa

Baca juga : PLN EPI Gandeng Farmindo Kembangkan Energi Terbarukan dari Limbah

Di Klaten, Jawa Tengah, PLN juga menyalakan 42 sambungan listrik gratis untuk warga prasejahtera. Ngadinem (77), salah satu penerima manfaat, tak mampu menahan air mata saat rumahnya terang untuk pertama kali.

“Dulu rumah saya hanya menggunakan listrik dari tetangga. Sekarang, Alhamdulillah, saya bisa menikmati listrik sendiri dari rumah saya. Terima kasih PLN atas bantuan dan peduli pada kami rakyat kecil,” katanya, Kamis, 24 Oktober 2025.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyebut kehadiran listrik berperan penting dalam pemerataan kesejahteraan.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi keluarga yang hidup tanpa penerangan, tanpa rumah layak, atau kesulitan mengakses pendidikan. Sinergi dengan PLN ini sangat membantu percepatan pengentasan kemiskinan di Klaten,” ujarnya, Kamis, 24 Oktober 2025.

Simbolis penyalaan listrik program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” di rumah salah satu penerima manfaat di Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Ngadinem (kedua dari kanan) oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo (kedua dari kiri) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali, Moh. Fathol Arifin (kiri). (Foto: Dok. PLN)

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebut listrik sebagai simbol kehidupan.

“Bagi kami, menghadirkan listrik bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi menyalakan kehidupan. Ini adalah komitmen kami, agar cahaya kemajuan tidak hanya berhenti di kota besar, tetapi juga menyapa setiap rumah rakyat Indonesia,” ujarnya, Kamis, 24 Oktober 2025.

Bali yang Kini Lebih Terang

Di ujung timur Indonesia, Pulau Bali turut merasakan semangat yang sama. Di sebuah gang kecil kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, keluarga I Nyoman Nuki kini memiliki listrik sendiri setelah bertahun-tahun bergantung pada tetangga.

“Dulu kami hanya bisa minta listrik dari tetangga. Sekarang akhirnya punya listrik sendiri. Terima kasih kepada PLN dan semua yang sudah membantu,” ujar istrinya, Made Rasmi, Senin, 27 Oktober 2025.

Senyum bahagia terpancar dari I Nyoman Nuki (tengah) dan Made Rasmi (kedua dari kanan), pasangan suami istri penerima manfaat bantuan penyambungan listrik gratis PLN. Penyerahan simbolis dilakukan oleh GM PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho (kedua kiri) dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa (kiri) di Denpasar, Senin (21/10). (Foto: Dok. PLN)

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menilai langkah PLN sejalan dengan filosofi kemanusiaan Bali. “Program ini sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam — dunia adalah satu keluarga. PLN telah menerjemahkan semangat kemanusiaan itu secara nyata,” ujarnya, Senin, 27 Oktober 2025.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menambahkan bahwa listrik bukan hanya penerang, tapi juga penggerak ekonomi daerah.

Baca juga : Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di Lebak Gede Banten

“Program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. PLN menyiapkan pembangkit dan jaringan baru untuk memperkuat sistem kelistrikan Bali agar perekonomian semakin tumbuh dan masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya, Senin, 27 Oktober 2025.

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyebut setiap sambungan listrik membawa perubahan sosial yang nyata. “Listrik bukan hanya penerang, tetapi penggerak kesejahteraan masyarakat. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang turut bersinergi,” ujarnya, Senin, 27 Oktober 2025.

Energi yang Menyatukan Negeri

Dari Sabang hingga Bali, dari warung kecil hingga sekolah di pedalaman, PLN menyalakan 8.000 titik cahaya baru yang menandai kemandirian energi bangsa.

Program ini bukan hanya proyek teknis, tetapi juga bukti nyata kehadiran negara dalam kehidupan rakyatnya.

Dalam semangat “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat,” PLN menunjukkan bahwa listrik bukan hanya arus daya, tetapi arus kehidupan.

Atau seperti dikatakan Hartanto Wibowo, “Terang bukan hanya urusan energi, tapi urusan masa depan bangsa,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Cahaya itu kini telah sampai ke pelosok negeri — bukan sekadar menerangi malam, tetapi menyalakan harapan di hati jutaan rakyat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense