RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan tipis sebesar 0,11 persen ke level Rp16.649 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (31/10/2025) di level Rp 16.631 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia juga tercatat melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,06 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dolar Taiwan terkoreksi 0,15 persen, won Korea Selatan turun 0,11 persen, rupee India minus 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,19 persen, dan baht Thailand turun 0,29 persen.
Baca juga : Rupiah Naik Tipis Ke Rp 16.617 Per Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang saingan melemah tipis 0,04 persen ke level 99,59. Adapun rupiah justru menguat terhadap beberapa mata uang lainnya, yakni terhadap euro naik 0,37 persen ke Rp19.024, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,10 persen ke Rp 21.874, dan terhadap dolar Australia naik 0,27 persen ke Rp 10.895.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang kembali mendapatkan dukungan dari pernyataan bernada hawkish sejumlah pejabat The Fed, yaitu Schmid, Logan, dan Hammack.
Baca juga : Rupiah Dibuka Menguat Tipis Ke Rp 16.602 Per Dolar AS
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat, didorong pernyataan hawkish dari pejabat The Fed,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Selain itu, investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi domestik seperti data perdagangan dan inflasi yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Baca juga : Rupiah Perkasa 0,08 Persen Ke Level Rp 16.608 Per Dolar
“Investor mengantisipasi data ekonomi domestik, termasuk perdagangan dan inflasi,” katanya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.600–Rp 16.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.