RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) melakukan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes, sudah tepat. Karena, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memiliki track record positif, dalam membangun ribuan gudang pangan.
Penunjukan Agrinas dituangkan melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 22 Oktober 2025 itu, ditujukan kepada 14 kementerian/lembaga (K/L). Di antaranya, Menteri koordinator Bidang Pangan, Menteri Keuangan, Kepala Badan BUMN, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) dan Direktur Agrinas.
Dalam butir kelima Inpres tersebut berbunyi, menugaskan Agrinas untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdes.
Baca juga : Purbaya Pede Kita Mampu Hadapi Guncangan Global
Kemudian menginstruksikan kepada BP (Badan Pengaturan) BUMN dan BP Danantara, untuk memberikan pendampingan menyusun regulasi dan pedoman pengadaan barang/jasa kepada Agrinas dalam rangka tugas di butir kelima tersebut.
Untuk diketahui, dalam pembangunan gudang dan gerai Kopdes, Agrinas telah meneken kerja sama dengan TNI, untuk mempercepat pelaksanaannya.
Penunjukan Agrinas tersebut, diharapkan meminimalisir risiko moral hazard di level lokal, mengingat kapasitas manajerial banyak koperasi masih terbatas.
Baca juga : Molor Terus, Kapan Nih RDF Rorotan Beroperasi?
Ekonom dari Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memaklumi penugasan pembangunan fisik Kopdes oleh Agrinas, mengingat track record Agrinas yang sebelumnya telah membangun ribuan gudang pangan.
“Sehingga akan dilakukan secara terukur biaya per unitnya melalui pembelian massal dan standarisasi desain,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selain itu, imbuh Yusuf, pengawasan terpusat diperkirakan bisa mengurangi risiko moral hazard di level lokal.
Baca juga : KPK OTT Gubernur Riau
“Pemerintah juga bakal lebih mudah menjaga timeline dan kualitas infrastruktur,” tutur Yusuf.
Sementara, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, dengan latar belakang yang kuat, Agrinas diharapkan memberikan solusi tepat untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
“Penunjukan tersebut perlu disertai pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan, atau konflik kepentingan,” saran Toto saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.