BREAKING NEWS
 

IHSG Cetak Rekor Lagi, Ekonomi Makin Moncer

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 8 November 2025 08:15 WIB
Foto: M.Qori/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (7/11/2025), ditutup di level 8.394,59. Capaian ini memperlihatkan ekonomi Indonesia makin moncer.

Sepanjang perdagangan, IHSG konsisten berada di zona hijau. Pada sesi pembukaan Kamis (6/11/2025), indeks melonjak 36,15 poin atau 0,43 persen ke posisi 8.354,68. Sejak awal perdagangan, pergerakan IHSG stabil di kisaran 8.345–8.362 dan sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) secara intraday.

Pada menit-menit awal, tercatat 1,12 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 1,49 triliun dan frekuensi perdagangan 108.427 kali. Dari total saham yang ditransaksikan, 247 saham menguat, 145 melemah, dan 227 stagnan.

Hingga penutupan Jumat sore, IHSG kembali menguat 57,53 poin atau 0,69 persen ke level 8.394,59, sementara indeks LQ45 naik 0,69 persen ke posisi 853,50. Sebagian besar indeks sektoral turut menghijau, menandai sentimen positif menjelang akhir pekan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.332,60–8.398,76 dengan 288 saham menguat, 319 melemah, dan 202 stagnan. Aktivitas transaksi juga tinggi, mencapai 2,01 juta kali dengan volume 26,4 miliar saham dan nilai Rp 15,7 triliun. Adapun kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp 16.677.

Baca juga : AGTI Dorong Penguatan Industri Tekstil Berbasis Ekonomi Pancasila

Dari sisi sektoral, infrastruktur menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan 2,42 persen, disusul propertinaik 1,98 persen, dan energi menguat 1,81 persen. Sektor teknologi, keuangan, kesehatan, dan industri dasar juga mencatatkan kenaikan moderat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, tren IHSG yang mampu bertahan di kisaran 8.000 ini menjadi bukti ketahanan pasar modal nasional. Ia bahkan optimistis indeks bisa mencapai 9.000 hingga akhir 2025. Hal ini didukung momentum positif ekonomi domestik serta stabilitas pasar obligasi. “IHSG tadinya kan jelek, sekarang sudah cukup bagus,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) David Sutyanto memprediksi IHSG akan terus menguat hingga tahun depan. Setelah sempat turun ke level 6.000, kini tren IHSG kembali menguat. “Market berkembang luar biasa,” kata David dalam konferensi pers Market Outlook 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (7/11/2025).

Menurutnya, arah kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif menjadi pendorong utama penguatan pasar. Dengan dukungan makroekonomi yang solid, pasar saham Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen hingga akhir 2026. David memperkirakan IHSG berpotensi menembus 8.500 pada akhir tahun ini dan mencapai 9.300 pada 2026.

Adsense

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Yohanis Hans Kwee menilai, pergerakan saham konglomerasi besar akan menjadi motor penguatan menjelang akhir tahun. Berdasarkan tren historis November–Desember, pasar saham cenderung menguat, didorong oleh penambahan emiten baru dari sektor perbankan, pertambangan, dan energi baru terbarukan (EBT).

Baca juga : Triwulan III Menyala, Bank Jakarta Kerek Laju Ekonomi Jakarta

Chief Economist IQI Global Shan Saeed menyebut, capaian IHSG ini menandakan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia. Stabilitas pertumbuhan di kisaran 5 persen menjadi daya tarik utama bagi investor global. “Arus masuk modal asing menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap fundamental ekonomi domestik,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2025 tercatat 5,04 persen(year-on-year), didorong konsumsi rumah tangga yang stabil serta peningkatan belanja pemerintah dan ekspor bersih.

Menurut Saeed, Indonesia kini menawarkan kombinasi langka di kawasan dengan pertumbuhan di atas 5 persen, inflasi terkendali di bawah 3 persen, dan nilai tukar yang stabil. Kondisi tersebut mendorong investor global meningkatkan eksposur pada saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan komoditas.

“Pertumbuhan yang kuat memberi ruang bagi korporasi mencatatkan kinerja positif pada kuartal IV. Ini menjelaskan mengapa dana asing kembali deras masuk,” katanya.

Ia menambahkan, konsistensi pertumbuhan ekonomi mencerminkan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang baik. Pemerintah menjaga belanja produktif, sementara Bank Indonesia menahan suku bunga dan memastikan likuiditas perbankan tetap longgar.

Baca juga : Gerakkan Ekonomi 86 T, MBG Banyak Berkahnya

Direktur Next Indonesia Center (NIC) Herry Gunawan menilai rekor baru IHSG dipengaruhi kombinasi faktor internal dan eksternal.

“Capaian IHSG bukan hanya karena faktor domestik, tetapi juga pengaruh eksternal, terutama kondisi ekonomi Amerika Serikat yang ikut menopang optimisme investor,” ujar Herry kepada Rakyat Merdeka, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, secara internal, perekonomian Indonesia tetap stabil dengan pertumbuhan kuartal III mencapai 5,04 persen, meski sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya. “Angka tersebut masih mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat,” katanya.

Dari sisi eksternal, lanjutnya, penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor utama pengalihan investasi global. “Karena suku bunga di AS mulai turun, aset berbasis dolar menjadi kurang menarik. Banyak investor global mengalihkan dana ke pasar saham negara berkembang seperti Indonesia,” jelas Herry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense