Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jadi Motor Baru Ekonomi, Menperin Genjot Industri Halal
Senin, 20 Oktober 2025 18:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai kemajuan signifikan sektor industri nasional, termasuk penguatan posisi Indonesia dalam ekonomi halal global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Indonesia kini menempati peringkat ke-3 dunia dalam ekosistem industri halal berdasarkan State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025. Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Malaysia dan Arab Saudi, sekaligus menunjukkan peningkatan skor tertinggi di dunia dalam dua tahun terakhir.
Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo, Menperin: Industri Manufaktur Kian Kuat
“Indonesia menjadi negara dengan kenaikan skor tertinggi, naik 19,8 poin dibanding tahun 2022, sementara Malaysia justru turun sebesar -28,1 poin. Ini bukti nyata bahwa ekosistem industri halal nasional semakin matang dan kompetitif,” ujar Agus di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Tiga sektor menjadi andalan dalam pertumbuhan ekonomi halal nasional. Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, posisi kedua untuk farmasi dan kosmetik halal, serta peringkat keempat untuk sektor makanan halal.
Baca juga : Mendagri: MPP Bikin Urusan Cepat, Ekonomi Daerah Juga Jalan
Menurut Menperin, capaian ini menunjukkan bahwa industri halal Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, sejalan dengan agenda transformasi ekonomi yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Industri halal bukan sekadar sektor keagamaan, melainkan bagian strategis dari upaya kita memperkuat kemandirian ekonomi dan memperluas pasar ekspor produk bernilai tambah,” tambahnya.
Baca juga : Purbaya Dorong Menteri PKP Genjot Pembangunan Rumah Rakyat
Pemerintah, kata Agus, terus memperkuat infrastruktur dan kebijakan pendukung industri halal melalui peningkatan standar sertifikasi, inovasi produk, dan integrasi rantai pasok halal nasional. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia pusat produksi dan perdagangan halal dunia dalam beberapa tahun mendatang.
“Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, Indonesia siap menjadi pemain utama dalam ekonomi halal global,” tegas Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya