BREAKING NEWS
 

Kucurkan Insentif Rp 393 Triliun, BI Bantu Bank Penuhi Kebutuhan Likuiditas

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 17 November 2025 06:35 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Bank Indonesia (BI) menggelontorkan insentif melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) senilai Rp 393 triliun, membantu perbankan memenuhi kebutuhan likuiditas yang berpotensi terdampak ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipasi yang tepat.

Untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan menjelang akhir tahun, BI telah menggelontorkan KLM senilai Rp 393 triliun pada minggu pertama Oktober 2025. 

Insentif ini diberikan tidak hanya kepada bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tetapi juga bank umum swasta nasional, Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta kantor cabang bank asing. 

Baca juga : Bahlil Yakin Nyalakan Perekonomian Desa

Dari total insentif tersebut, Rp 173,6 triliun dialokasikan bagi bank BUMN, Rp 174,4 triliun untuk bank umum swasta nasional, Rp 39,1 triliun untuk BPD, dan Rp 5,7 triliun untuk kantor cabang bank asing. 

Pengamat Ekonomi dan Perbankan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Doddy Ariefianto menilai, kebijakan KLM BI ini sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian jangka pendek, yang berpotensi memengaruhi kondisi likuiditas perbankan. 

“Pinjaman likuiditas yang diberikan BI ini akan sangat berdampak bagi bank-bank,” yakin Doddy saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Segera Tangkap Maling Pagar Hutan Kemayoran

Doddy melihat, kebijakan tersebut akan membantu bank-bank yang tengah menghadapi pengetatan likuiditas, akibat tingginya suku bunga serta dinamika ekonomi global dan domestik yang masih rentan. 

Menurutnya, insentif tersebut bukan diberikan secara merata, melainkan berupa fasilitas pinjaman yang diberikan sesuai kebutuhan likuiditas masing-masing bank. 

Merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2025, Doddy menyebut, likuiditas BPD secara agregat masih sangat memadai. 

Baca juga : KPK Dalami Prosedur Pengadaan Barang/Jasa

Hal itu tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 217,65 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 78,70 persen yang berada di atas ambang batas normal. 

Adsense

Dengan ruang likuiditas yang masih luas, BPD dinilai masih memiliki potensi ekspansi kredit yang besar, namun perlu memperkuat infrastruktur internal. Seperti sumber daya manusia dan manajemen risiko, agar pemanfaatan dana dapat optimal untuk mendorong ekonomi daerah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense