BREAKING NEWS
 

Kucurkan Insentif Rp 393 Triliun, BI Bantu Bank Penuhi Kebutuhan Likuiditas

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 17 November 2025 06:35 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Doddy juga mengimbau perbankan agar menjaga likuiditas pada tingkat yang memadai. 

“Sekaligus memperhatikan kualitas dan kesehatan kredit,” pesannya. 

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, bahwa insentif KLM sebesar Rp 393 triliun tersebut diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. 

Baca juga : Bahlil Yakin Nyalakan Perekonomian Desa

Kredit yang disalurkan akan mendapatkan insentif berupa pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM). Sektor prioritas yang mendapat dorongan mencakup pertanian, perdagangan, manufaktur, real estat, perumahan rakyat, konstruksi, transportasi, pergudangan, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk ultra mikro dan sektor hijau. 

“Insentif kebijakan likuiditas kami salurkan kepada sektor-sektor prioritas yang menjadi pilar Asta Cita pemerintah,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (12/11/2025). 

Saat ini BI berupaya memperluas cakupan sektor prioritas, termasuk hilirisasi mineral dan batu bara, perumahan, dan pariwisata. 

Baca juga : Segera Tangkap Maling Pagar Hutan Kemayoran

Perry menegaskan, kebijakan KLM akan terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan kredit melalui pendekatan forwardlooking, sehingga dorongan terhadap pembiayaan perbankan dapat lebih optimal. 

Selain itu, pemberian insentif juga mempertimbangkan kecepatan perbankan dalam menyesuaikan suku bunga kredit terhadap kebijakan suku bunga BI, guna mempercepat transmisi penurunan suku bunga. 

Perry menjelaskan, dorongan kredit akan terus diperkuat melalui peningkatan sumber pendanaan dan sinergi antara BI, perbankan, Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga, dan pelaku usaha. 

Baca juga : KPK Dalami Prosedur Pengadaan Barang/Jasa

Pada 2026, BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan berada di kisaran 8–12 persen. Target ini sedikit lebih tinggi dibandingkan revisi terbaru untuk akhir 2025, yakni 8–11 persen. Ditambah lagi BI telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 4,75 persen. 

“Penurunan BI Rate diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan penyaluran kredit,” kata Perry. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense