BREAKING NEWS
 

Selamatkan Bumi, Petrokimia Dan PLN Komit Pada Ekonomi Sirkular Di ICCES 2025

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Selasa, 18 November 2025 16:31 WIB
Acara International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2025 di Bali, 17–18 November. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular kembali menjadi sorotan pada International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2025 di Bali, 17–18 November.

Forum ini menekankan pentingnya mengolah kembali sisa produksi agar tak terbuang sia-sia, sebagai upaya menekan pemanasan global, polusi, dan keterbatasan sumber daya alam.

Ketua Institute for Circular Economy and Sustainability Transformation (ICEST), Suharman Noerman, mengingatkan bahwa pola lama ambil–produksi–buang tak bisa lagi dipertahankan.

Ia menyebut, jika sistem linier terus berjalan, maka pada 2050 penduduk bumi bisa membutuhkan tiga planet tambahan untuk hidup layak.

Baca juga : Indonesia Bidik Peringkat Satu Pusat Ekonomi Syariah Global di 2029

"Atas dasar itu, kami terpanggil untuk mendengar masukan dari sejumlah pihak seperti wakil perusahaan, pemerhati lingkungan, PPN/Bappenas, BSN serta sejumlah pihak lainnya. Kami juga akan memberikan penghargaan bagi perusahaan yang telah menjalankan ekonomi sirkular dengan baik," ujarnya di Grand Mercure Seminyak, Selasa (18/11).

Komitmen menuju ekonomi hijau juga disampaikan PT Petrokimia Gresik. Direktur Operasi dan Produksi Ir. Majus Luther Sirait, ST menjelaskan, perusahaan telah mengalihkan sebagian kebutuhan listrik dari PLN ke energi surya.

Adsense

"Saat ini kebutuhan listrik sebesar 1,3 mega watt telah dipenuhi dari solar cell dan pada tahun 2026 kami akan menambah kapasitas listrik sebesar 1,3 mega watt lagi. Kami juga telah menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat berbasis listrik menuju go green," terangnya.

Petrokimia juga menyiapkan roadmap hingga 2050, dengan target penurunan emisi 30 persen pada 2030.

Baca juga : Inalum Tajamkan Daya Saing Lewat Inovasi Hijau Di TIS 2025

"Hingga saat ini, pihak kami telah melakukan menurunkan emisi sebesar 400 ribu ton ekuivalen CO2. Kita akan kembangkan hingga tahun 2030 untuk menurunkan emisi sebesar 1 juta ton ekuivalen CO2," lanjutnya.

PT PLN UIP3B Kalimantan ikut menunjukkan langkah serupa. General Manager Riko Ramadhano Budiawan mengungkapkan, isolator yang tak lagi layak pakai kini dimanfaatkan untuk membangun terumbu karang buatan.

"Isolator tidak terpakai digunakan sebagai media transplantasi dan restorasi terumbu karang buatan. Sejumlah isolator kami benamkan di sepanjang pantai di Kalimantan Timur dan struktur terumbu karang buatan ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi biota laut, mirip dengan terumbu karang alami," jelasnya.

PLN juga mengolah tanaman hasil penebangan di sekitar jaringan listrik menjadi kompos, memanfaatkan material bongkaran tower untuk memperkuat transmisi di wilayah lain, serta menggunakan limbah fly ash dan bottom ash sebagai bahan baku batako dan paving block.

Baca juga : Gandeng Kementerian Ekonomi Kreatif, RCTI Hadirkan IMA 2025

ICCES 2025 akan ditutup dengan penganugerahan untuk perusahaan dan individu yang dinilai telah menerapkan ekonomi sirkular. Total 44 program dan 4 aktor akan menerima penghargaan pada malam puncak tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense