BREAKING NEWS
 

Pandu Optimis Investasi 2026 Melesat Dorong Transformasi SDM

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 19 November 2025 15:18 WIB
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir. (RM.ID/BYU)

RM.id  Rakyat Merdeka - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan investasi Indonesia akan menguat pada 2026. 

Pandu menjelaskan, keyakinan itu dilatarbelakangi perubahan mendasar pada sektor pembangunan nasional yang mulai meninggalkan ketergantungan pada sumber daya alam menuju penguatan sumber daya manusia dan peningkatan produktivitas ekonomi. 

“Saya tentunya sangat optimistis di 2026 karena memang sedang terjadi perubahan fundamental melihat cara negara ini sedang berubah. Dari bergantung pada sumber daya alam, orang sekarang fokus ke peningkatan sumber daya manusia,” kata Pandu dalam diskusi Antara Business Forum (ABF) 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Baca juga : Plastics & Rubber Indonesia 2025 Dorong Transformasi Industri Plastik Dan Karet

Pandu menegaskan, tren penguatan ekonomi Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada komoditas alam semata. Ia menilai pembangunan kualitas manusia dan penciptaan nilai tambah menjadi fondasi baru yang akan menentukan daya saing Indonesia pada dekade mendatang. 

Dalam konteks itu, Danantara disebutnya memegang peran strategis sebagai pengelola investasi yang mampu membawa modal jangka panjang ke sektor-sektor produktif. "Tugas kami (Danantara) dalam taraf ini adalah berinvestasi," ungkapnya. 

Adsense

Menurut Pandu, upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi luas dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, pemerintah, serta mitra internasional. Ia meyakini strategi itu memungkinkan investasi terus mengalir, terutama di tengah perubahan struktur ekonomi global yang semakin menuntut efisiensi dan inovasi. 

Baca juga : BRI Dukung PRABU Expo 2025 Dorong Transformasi Teknologi Bagi UMKM Naik Kelas

Pandu juga menyinggung kesiapan Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru yang ditandai dengan kebutuhan tinggi akan digitalisasi, hilirisasi, dan penguatan produktivitas. Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan agar Indonesia tidak kembali terjebak dalam siklus ekonomi berbasis komoditas.

“Negara ini sedang berubah, bukan lagi hanya bicara komoditas. Kita bicara value creation, kita bicara produktivitas,” kata Pandu.

Pandu menambahkan, Danantara akan terus mencari peluang investasi yang bersifat transformatif dan berdampak jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan talenta lokal yang mampu mendorong inovasi.

Baca juga : PDOI Jatim Imbau Peserta Aksi 20 November Jaga Kondusivitas

Ia menilai, 2026 menjadi titik penting karena berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur, pembenahan iklim investasi, serta program peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Kami ingin Indonesia punya kemampuan lebih besar dalam menciptakan nilai tambah. Itu hanya bisa dicapai kalau SDM-nya kuat," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense