RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog siap membangun 100 Infrastruktur Pasca Panen (IPP) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menambah kapasitas penyerapan beras dan jagung.
Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Khudori. Menurutnya, sudah waktunya Bulog mengantisipasi penyimpanan beras, agar mutunya tidak turun lantaran stok yang amat besar tahun ini.
Khudori mengingatkan, sampai 4 November 2025, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) baru 577.329 ton atau 38,49 persen dari target 1,5 juta ton. Begitu juga bantuan pangan beras Oktober dan November baru sebesar 366 ribu ton.
Di pekan terakhir Oktober 2025, kata dia, rata-rata penyaluran sebanyak 4.000-6.000 ton beras per hari. Jumlah ini sangat kecil.
Baca juga : Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul Dan Hilirisasi
“Jika volume penyaluran tidak berubah, sampai akhir tahun SPHP diperkirakan tersalur 867.329 ton atau hanya 57,82 persen dari target,” katanya.
Menurutnya, hal ini membuat stok beras Bulog masih tinggi. Belum lagi, karena cuaca sepanjang tahun ini relatif baik, maka produksi beras pada Januari-Februari 2026 diperkirakan juga akan baik.
Bahkan, berpeluang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga amat mungkin pada Februari 2026 sudah panen besar.
“Hal ini juga kian menambah stok beras yang harus disimpan Bulog di awal tahun depan,” ucapnya.
Baca juga : Trauma Ledakan Perlu Diatasi Sesegera Mungkin
Bila mengacu pada data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada 3 November 2025, diperkirakan produksi beras tahun ini 34,77 juta ton, naik 13,54 persen dari tahun lalu.
Lalu, produksi Oktober-Desember 2025 masih ada potensi kenaikan dua digit.
“Ini termasuk capaian luar biasa. Padahal amat jarang produksi beras bisa naik lebih 5 persen,” tuturnya.
Sementara, bila dilihat dari sisi kebutuhan konsumsi tahun ini diperkirakan 30,9 juta ton.
Baca juga : Kasus KSU Dan Akuisisi Saham PT JN, Eks Dirut ASDP Divonis 4,5 Tahun
Jadi, sambung Khudori, ada surplus beras 3,87 juta ton. Artinya, stok beras yang tinggi di gudang Bulog harus dikurangi.
“Sampai akhir tahun harus segera disalurkan, agar tidak terlalu lama disimpan di gudang. Khawatir, ada penurunan mutu,” warning-nya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya mengatakan, pihaknya akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya untuk merealisasikan pembangunan gudang, yang diharapkan dapat rampung dalam waktu satu tahun.
Dia memastikan, koordinasi awal sudah dilakukan dengan mengundang 11 direktur BUMN Karya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.