Dark/Light Mode

Resmikan RS dan Jembatan

Lagi, Prabowo Sebut Jasa Presiden ke-7

Kamis, 20 November 2025 08:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Ketua Kantor Kepresidenan UEA Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed al Nahyan meresmikan Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates–Indonesia, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). (Foto: Biro Pers)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Ketua Kantor Kepresidenan UEA Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed al Nahyan meresmikan Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates–Indonesia, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirat Indonesia (RS KEI) di Solo dan Jembatan Banaran di Bantul, Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). Dalam sambutannya, Prabowo kembali menyebut jasa Presiden ke-7 RI Jokowi terkait proyek yang diresmikannya itu.

Kehadiran Prabowo di Solo disambut meriah. Ratusan warga dan pelajar sudah menunggu sejak pagi di sepanjang Jalan Ki Hajar Dewantara, Kentingan, Jebres. 

Begitu Maung Garuda RI-1 yang ditumpangi Prabowo melintas, riuh langsung pecah. Prabowo melambaikan tangan dari sunroof mobil buatan PT Pindad itu. Terik matahari kalah oleh antusias warga menyambut Presiden ke-8 RI tersebut.

Di RS KEI, Prabowo disambut Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada, Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Keduanya meninjau fasilitas rumah sakit bertaraf internasional itu, termasuk lantai dua yang memuat perangkat medis tercanggih.

Dalam sambutannya, Prabowo tidak lupa dengan jasa Jokowi yang dinilainya memiliki andil besar dalam pembangunan RS KEI. “Pembangunan rumah sakit ini adalah inisiatif mantan Presiden Jokowi. Saya beruntung, sudah jadi, saya yang resmikan. Takdir itu tak bisa ditolak,” ujar Prabowo.

Presiden membeberkan, RS KEI merupakan wujud kemurahan hati Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Muhammad bin Zaid Al Nahyan yang selalu memberikan perhatian besar terhadap bangsa Indonesia, sejak muda.

"Rumah sakit ini adalah simbol persahabatan antara dua bangsa, Indonesia dan Uni Emirat Arab," ucap Prabowo.

Baca juga : Hadiri Forum Bloomberg di Singapura, Jokowi Sepanggung dengan 50 Tokoh Dunia

Rumah sakit itu dibangun lewat hibah Pemerintah UEA senilai Rp 417,3 miliar.

“Dengan ini, kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia,” ucapnya.

Prabowo lalu memberi perintah khusus kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin. Kepala Negara meminta Menkes juga membangun 66 rumah sakit baru dengan standar layanan setara RS KEI.

“Saya sudah alokasikan anggarannya. Semua jangan kalah dari rumah sakit ini. Menteri Kesehatan, bisa?” pancing Prabowo. Budi tersenyum.

Prabowo bahkan memberi target lebih jauh: dalam empat tahun, rumah sakit berteknologi setara RS KEI harus hadir di setiap kabupaten/kota. "Kami akan capai itu. Saya alokasikan biaya besar untuk pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Dari Solo, Prabowo terbang ke Bantul menggunakan helikopter untuk meresmikan Jembatan Banaran. Di helipad Pantai Depok, ia disambut hangat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Keduanya semobil menuju lokasi peresmian, disambut warga dan tamu undangan.

Selain Jembatan Banaran, Prabowo turut meresmikan empat proyek infrastruktur konektivitas lainnya secara hybrid: Underpass Gatot Subroto (Sumut), Jembatan Sungai Sambas Besar (Kalbar), Underpass Joglo Surakarta, Flyover Cangguk (Jateng). 

Baca juga : Trump Bilang Terima Kasih ke Indonesia

“Infrastruktur adalah fondasi pemerataan dan peningkatan kualitas hidup,” ujar Prabowo.

Ia menyebut, proyek-proyek itu akan mendukung konektivitas, logistik, hingga pengembangan kawasan wisata. “Mungkin nanti hadir hotel dan fasilitas lain, karena pariwisata penyumbang devisa besar.”

Di lokasi yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaporkan pembangunan infrastruktur menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas ruang publik. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.

“Total yang kita resmikan hari ini mencakup dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover di empat provinsi, dengan total biaya Rp 1,97 triliun,” kata Menteri Dody.

Ini bukan kali pertama Prabowo kembali mengangkat nama Jokowi. Saat meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, 6 November lalu, Prabowo juga menyebut proyek itu sebagai hasil lobi Jokowi.

“Beliau hopeng saya,” kata Prabowo blak-blakan. Ia mengaku sudah mengundang Jokowi, namun berhalangan hadir.

Menurut Prabowo, menghormati jasa pemimpin bangsa adalah kewajiban.

Baca juga : Gawat, 110 Anak Terpapar Terorisme

“Kita punya budaya mikul dhuwur, mendem jero. Kalau ada hal baik, kita angkat setinggi-tingginya, kalau ada kekurangan, kita perbaiki. Jangan teruskan budaya saling hujat.”

Ia menegaskan penghormatannya kepada Jokowi bukan karena takut atau dikendalikan. “Saya bukan Prabowo yang takut sama Pak Jokowi. Beliau tidak pernah menitip apa pun kepada saya. Saya bicara apa adanya,” ucapnya.

Jauh sebelumnya, pada peresmian Bank Emas Pegadaian (26/2/2025), Prabowo juga mengakui proyek itu sudah dipersiapkan sejak era Jokowi. “Takdir saya yang meresmikan,” ujar Prabowo kala itu. Ia bahkan meminta agar presiden sebelumnya selalu dihadirkan bila proyek yang diresmikan adalah buah kerja pemerintahan sebelumnya.

Prabowo mengaku akan menemui Jokowi untuk meminta maaf karena mantan Presiden itu tidak sempat hadir dalam peresmian Bank Emas. “Mungkin besok saya temui Pak Jokowi. Saya minta maaf. Bapak yang bekerja keras dengan menteri-menteri Bapak,” tutup Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.