RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,05 persen ke posisi Rp 16.708 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, dibanding penutupan Jumat (21/11/2025) yang berada pada level Rp 16.716 per dolar AS.
Pergerakan mata uang regional tercatat bervariasi. Baht Thailand melemah 0,25 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,09 persen. Peso Filipina turun 0,13 persen, dan dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Bergerak Di Level Rp 16.735
Indeks dolar AS naik 0,04 persen ke posisi 100,15. Rupiah juga tercatat menguat terhadap beberapa mata uang lainnya: poundsterling Inggris naik 0,15 persen ke Rp 21.871, euro naik 0,15 persen ke Rp 19.018, dan dolar Australia menguat 0,26 persen ke Rp 10.788.
Analis pasar keuangan dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar merespons perkembangan positif terkait situasi Rusia–Ukraina.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Ke Level Rp 16.735 Per Dolar AS
“Sentimen membaik seiring laporan ekonomi terbaru. Bank Indonesia mencatat transaksi berjalan surplus 4 miliar dolar AS atau 1,1 persen dari PDB pada kuartal III-2025,” ujarnya dalam riset harian, Senin (24/11/2025).
Ibrahim menyebut surplus tersebut menjadi yang pertama setelah 10 kuartal berturut-turut mengalami defisit. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup melemah pada rentang Rp 16.710–Rp 16.740 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.