BREAKING NEWS
 

Tambang Freeport Belum Beroperasi, Suplai Tersendat

Harga Emas Berpotensi Tembus Rp 2,7 Juta/Gram

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 1 Desember 2025 06:30 WIB
Peluang kenaikan harga emas masih terbuka. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Produksi emas PT Freeport Indonesia (PTFI) masih terhenti pasca-insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg, Papua Tengah, September lalu. Kondisi ini bisa mendorong harga emas terus terkerek hingga mencapai Rp 2,7 juta per gram.

Prediksi itu disampaikan pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi. Dia menerangkan, saat ini harga emas masih fluktuatif. Faktor internal dan eksternal memengaruhi naik-turunnya harga emas, baik global maupun domestik. 

“Faktornya banyak. Faktor eksternal, antara lain kondisi politik Amerika, Rusia, Timur Tengah, dan lainnya,” kata Ibrahim kepada Rakyat Merdeka

Baca juga : Lingkungan Lebih Bersih, Biaya Hidup Lebih Hemat

Di sisi domestik, kata dia, penurunan produksi PTFI pasca insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg juga berpengaruh besar. “Ini ikut memengaruhi harga emas dalam negeri,” ucapnya. 

Ia memperkirakan, Freeport masih akan berhenti berproduksi hingga April 2026. “Kondisi ini mempengaruhi stok. Permintaan tinggi, barangnya tidak ada. Harga logam mulia jadi bertahan di atas,” katanya. 

Ibrahim menyebut, bila turun, pekan ini harga emas dunia diprediksi berada di angka 3.972 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounce atau setara Rp 66,1 juta. Sementara harga logam mulia di angka Rp 2.290.000 per gram. Jika menguat, harga emas bisa mencapai 4.180 dolar AS (Rp 69,6 juta) per troy ounce dan logam mulia Rp 2.450.000 per gram. 

Baca juga : Geledah Perusahaan Penggarap Monumen Reog, KPK Sita Senjata Api

“Nilai tukar Rupiah juga diprediksi melemah di kisaran Rp 16.700-16.790 per dolar AS,” ucapnya. 

Berdasarkan laman logammulia.com milik Antam, harga emas di Butik Emas LM Graha Dipta Pulogadung, Jakarta, Jumat (28/11/2025), dibanderol Rp 2.383.000 per gram, turun Rp 4.000 dari perdagangan sebelumnya. 

Ibrahim menilai, peluang kenaikan harga emas masih terbuka. Proyeksinya bisa mencapai Rp 2,5 juta per gram, bahkan melesat hingga Rp 2,7 juta per gram pada akhir 2025. “Kemarin harga emas global mendekati 4.500 dolar AS. Kalau naik lagi bisa mencapai angka itu. Maka logam mulia bisa di atas Rp 2,5 juta dan saya perkirakan Rp 2,7 juta akhir tahun bisa kena,” terangnya. 

Baca juga : Drama VAR Antar Milan Ke Puncak

Sementara, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, emas masih punya daya tarik tinggi sebagai instrumen investasi. Karena itu, perlu diimbangi dengan ketersediaan stok dalam negeri, termasuk di Antam. 

Dia menyebut, produksi emas Antam belum cukup memenuhi kebutuhan domestik, sehingga mengandalkan suplai dari Freeport. “Dibanding tahun lalu, emas harganya masih naik, masyarakat tetap mau beli. Permintaan tinggi tentu harus diimbangi dengan stok,” ujar Fahmy, kepada Rakyat Merdeka

Adsense

Sayangnya, kata dia, penyaluran produksi PTFI kepada Antam dinilai belum optimal. Penyebabnya, sejumlah insiden yang terjadi di area tambang Freeport seperti longsor di Grasberg Block Cave dan kebakaran smelter di Gresik. Insiden itu berdampak signifikan pada penurunan kapasitas produksi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense