RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kerja sama dengan lima mitra strategis calon penyedia biomassa guna meningkatkan pasokan untuk cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Pemanfaatan biomassa ini ditargetkan mencapai 2,2 juta ton pada tahun 2025, setara dengan pengurangan emisi 2,2 juta ton CO2e (karbon dioksida ekuivalen).
Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis ini ditandatangani oleh PLN EPI dengan PT Cakra Alam Persada, PT Palma Banna Mandiri, PT Kurma Karya Global, PT Syahroni Rizki Mandiri, dan PT Arya Adinata Utama di Jakarta.
Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa upaya pemanfaatan biomassa untuk sustainabilitas (keberlanjutan) pasokan harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap tata ruang dan regulasi serta legalitas pemakaian lahan.
“Biomassa dengan peningkatan pemanfaatan yang sangat signifikan adalah sektor yang saat ini menjadi sensitif, terutama terkait penyediaan bahan baku, penanaman dan penggunaan lahan. Kami ingin memastikan seluruh pasokan berasal dari sumber yang legal dan tidak mendorong deforestasi,” tegas Hokkop.
Hokkop mengungkapkan, sebagian besar biomassa yang sudah terpakai di PLTU saat ini masih bersumber dari limbah, di antaranya limbah kehutanan, limbah pertanian, limbah industri, dan limbah perkotaan.
Baca juga : PLN EPI Pacu Pemanfaatan Bioenergi untuk Perkuat Ketahanan Energi RI
Ke depan, pemanfaatan tanaman energi akan didorong, namun tetap mengikuti prinsip keberlanjutan dan kejelasan hak atas lahan.
“Ketika sumbernya tanaman energi, kita pastikan sejak awal tidak bertentangan dengan aturan, termasuk izin lokasi, izin lahan dan kesesuaian pemanfaatan ruang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas pasokan, kualitas bahan baku, dan kepastian keekonomian bagi pemasok. Fasilitas produksi harus siap dan didukung pembiayaan yang sehat agar nilai komersial biomassa tetap terjaga.
“Tidak ada yang bisa bertahan di industri ini jika sisi komersialnya tidak jelas. Model bisnis yang terbuka dan saling menguntungkan sangat penting agar pemasok dan PLN dapat berkembang bersama,” ujar Hokkop.
Hokkop menyebut, kebutuhan cofiring untuk meningkatkan bauran energi bersih masih sangat besar. Tahun 2025 ini dari 49 titik PLTU yang sudah melakukan cofiring, potensi pemanfaatan biomassa sudah mencapai 2,2 juta ton.
“Kontribusi itu setara dengan pengurangan emisi 2,2 juta ton CO2e di tahun ini,” ucapnya.
Baca juga : Gandeng Mahasiswa, PSI Gelar Trauma Healing Korban Banjir di Padang
Di sisi hulu, pemasok biomassa menyatakan siap memperkuat ketersediaan bahan baku.
Komisaris PT Kurma Karya Global (KKG), Andi Akmal Amnur, mengatakan sumber biomassa yang dikembangkan meliputi woodchip (serpihan kayu), serbuk kayu, dan sekam padi yang berasal dari limbah hutan, limbah pertanian, dan limbah industri perkayuan.
KKG juga mengembangkan penanaman tanaman jenis gamal dalam menjaga keberlanjutan pasokan.
“Kami mengupayakan penanaman 200 hektare pohon gamal, sambil tetap mengutamakan pemanfaatan limbah biomassa eksisting,” kata Andi.
KKG juga tengah melakukan riset bersama perguruan tinggi, termasuk uji coba pemanfaatan rumput gajah sebagai bahan baku cofiring.
Selain menekan emisi, biomassa dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca juga : PLN EPI Pacu Transisi Energi Lewat Co-firing Biomassa Sorgum
“Sekam dulu tidak bernilai, sekarang bisa menjadi sumber pendapatan. Masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari biomassa,” ujar Andi.
PLN EPI menilai kelima mitra tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan teknis, legalitas lahan, dan kesiapan produksi. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan volume pasokan biomassa nasional dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran PLN EPI dalam membangun ekosistem bioenergi yang andal, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.