Dark/Light Mode

PLN EPI Pacu Pemanfaatan Bioenergi untuk Perkuat Ketahanan Energi RI

Jumat, 5 Desember 2025 21:33 WIB
Dalam panel _Role of Bioenergy in Energy Transition & Industrial Decarbonization_, hadir sejumlah pemimpin industri bioenergi regional seperti  Hokkop Situngkir (Direktur Biomassa PLN EPI) , Dr. Ichsan Maulana (Chairman Indonesian Biomass Energy Cooperative), Arif Budiono (MP Evans Group plc), Luwy Leunufna (Tunas Sawa Erma Group), Seung Kon Lee (CM Biomass Korea), Dato’ Leong Kin Mun (President Malaysia Biomass Industries Confederation), Santeri Rantala (SOLCOFIN Group) dan dimoderatori oleh Anna Rellama (Principal, Arthur D. Little).
Dalam panel _Role of Bioenergy in Energy Transition & Industrial Decarbonization_, hadir sejumlah pemimpin industri bioenergi regional seperti Hokkop Situngkir (Direktur Biomassa PLN EPI) , Dr. Ichsan Maulana (Chairman Indonesian Biomass Energy Cooperative), Arif Budiono (MP Evans Group plc), Luwy Leunufna (Tunas Sawa Erma Group), Seung Kon Lee (CM Biomass Korea), Dato’ Leong Kin Mun (President Malaysia Biomass Industries Confederation), Santeri Rantala (SOLCOFIN Group) dan dimoderatori oleh Anna Rellama (Principal, Arthur D. Little).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki potensi biomassa untuk bioenergi mencapai 83,4 juta ton per tahun, namun realisasi pemanfaatannya baru sekitar 22 juta ton.

Kesenjangan ini dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi sektor ketenagalistrikan.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kini mempercepat pemanfaatan bioenergi sebagai salah satu pilar transisi energi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan hal tersebut dalam sesi ASEAN Energy Transition & Decarbonization pada acara Biogas, Biomass & Bioenergy Asia Summit 2025 Indonesia Focus di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Hokkop menjelaskan bahwa pemanfaatan bioenergi berkembang pesat secara global.

Baca juga : Hari Kesehatan Nasional ke-61, DKI Perkuat Penanganan Stroke Dari Hulu Ke Hilir

“Terutama di Finlandia, Swedia, dan Austria yang sudah menjadikan bioenergi sebagai sumber utama energi terbarukan,” ujarnya.

Di Indonesia, pemanfaatannya masih berada di kisaran 5 persen dari total potensi nasional. “Ini adalah peluang besar bagi Indonesia. Potensinya ada, tetapi ekosistem supply chain biomassa harus dibangun lebih kuat,.agar bisa mendukung pembangkit listrik secara berkelanjutan,” kata Hokkop.

Pemetaan bersama Pemerintah menunjukkan bahwa potensi biomassa tersebar di seluruh Indonesia, dengan kontribusi terbesar dari Sumatra. Sumber biomassa utama berasal dari limbah industri kelapa sawit, kayu, dan pertanian, yang sebagian besar belum terserap optimal.

Bioenergi menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi PLN sejalan dengan target Net Zero Emissions 2060.

Pemerintah melalui enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) menargetkan pemanfaatan 9 juta ton biomassa pada 2030 untuk mendukung program cofiring, yaitu substitusi sebagian batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap.

Baca juga : PLN EPI–PLN Energi Gas Perkuat Ketahanan Energi dan Lingkungan Tarakan

PLN EPI mencatat hingga 30 November 2025, pemanfaatan cofiring telah diterapkan di 49 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Penyediaan biomassa mencapai 2,2 juta ton dengan pengurangan emisi sebesar 2,53 juta ton CO₂e. Jumlah jenis biomassa yang lolos uji kualitas meningkat menjadi 14 jenis, termasuk limbah sawit, limbah pertanian, dan sampah kota terolah (solid recovered fuel/SRF).

Target pemanfaatan biomassa pada 2025 berada di angka 3 juta ton. Hokkop menambahkan bahwa PLN EPI memulai program dedieselisasi dan produksi biogas/Bio-CNG dari limbah cair sawit (palm oil mill effluent/POME) sebagai alternatif bahan bakar pembangkit gas dan mesin diesel. Inisiatif ini diharapkan menekan biaya operasional, terutama di wilayah terpencil yang selama ini bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) impor.

“Tantangan kita adalah memastikan pasokan biomassa berkelanjutan. Karena itu, kami melibatkan koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan sektor swasta dalam pengembangan hub produksi biomassa,” ujar Hokkop.

PLN EPI bersama kementerian terkait kini membangun jaringan hub dan sub-hub di berbagai daerah. Fasilitas tersebut menjadi titik pengumpulan bahan baku, produksi pelet biomassa, hingga kontrol kualitas sebelum dikirim ke pembangkit.

Baca juga : KAI Intensifkan Inspeksi Jalur untuk Pastikan Keandalan Layanan Nataru

Model ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru di desa-desa penghasil biomassa.

Hokkop menegaskan bahwa percepatan pemanfaatan bioenergi bukan hanya agenda lingkungan, tetapi strategi untuk memperkuat kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor, dan membangun ekonomi hijau berbasis potensi domestik.

“Dengan kolaborasi dan investasi yang tepat, bioenergi bisa menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.