Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Tingkatkan Efisiensi Logistik Energi untuk Perkuat Pasokan Nasional
Kamis, 27 November 2025 20:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan pentingnya efisiensi logistik energi sebagai fondasi ketahanan pasokan dan percepatan transisi energi nasional.
Upaya ini dilakukan melalui integrasi logistik batu bara, gas, dan bioenergi guna memenuhi kebutuhan listrik nasional yang diperkirakan tumbuh 5,3 persen per tahun hingga 2034.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam Indonesia Logistics Leaders Forum 2025, rangkaian ALFI Convex 2025 di ICE BSD City, Tangerang.
Ia menjelaskan peningkatan kebutuhan listrik dipicu oleh ekspansi pusat data, hilirisasi industri, kendaraan listrik, dan elektrifikasi rumah tangga.
Baca juga : Kementan Tekankan Data Akurat & Penguasaan AI Untuk Perkuat Komunikasi Publik
“Dengan pertumbuhan sebesar 5.3 persen per tahun, kebutuhan energi terus meningkat. Tahun ini kami mengelola hampir 100 juta ton batu bara, sekitar 1,4 miliar kaki kubik gas per hari termasuk 90 kargo LNG, serta 4 juta kiloliter BBM dan 2.6 juta ton biomassa,” ujar Rakhmad.
Ia menambahkan efisiensi logistik energi menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan, termasuk melalui pembangunan infrastruktur midstream gas atau gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) serta bioenergi dan biomassa.
“Saat ini, Kami telah berhasil membangun mini regas LNG di Tarakan dan sedang membangun jaringan regasifikasi LNG di Nias, Sulawesi Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua Utara dengan skema milk and run atau hub and spoke,” ujarnya.
Menurut Rakhmad, sistem tersebut akan membentuk virtual pipeline gas nasional yang membuka peluang bagi smelter, petrokimia, kawasan industri di luar Jawa, serta sektor komersial.
Baca juga : PPJI Luncurkan Koperasi Boga Untuk Perkuat Pelaku Jasa Kuliner
Selain gas, PLN EPI memperkuat ekosistem bioenergi melalui pengembangan aplikasi digital biomass marketplace yang menghubungkan pemasok, agregator, pemilik fasilitas produksi, dan pembangkit.
Potensi bioenergi nasional mencapai 80–130 juta ton per tahun. “Kebutuhan bioenergi PLN Group sekitar 10 juta ton. Platform digital ini didesain untuk mempermudah keterlibatan pemasok bioenergi termasuk kelompok tani lokal dan usaha kecil untuk meningkatkan efisiensi logistik, dan memastikan kualitas pasokan,” imbuhnya.
Rakhmad menegaskan percepatan efisiensi logistik energi perlu terus diperkuat.
“Semakin cepat kita mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan standar logistik modern, semakin besar dampaknya bagi keandalan sistem pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Baca juga : VinFast Kenalkan Minio Green, Mobil Listrik Kompak untuk Kota
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi global serta penerapan teknologi seperti digital supply chain, otomatisasi, dan AI-based planning untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia.
Integrasi lintas moda, standar keamanan, dan pemanfaatan data real time disebut krusial untuk menekan biaya logistik yang masih sekitar 14,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya