RM.id Rakyat Merdeka - Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan fokus strategisnya untuk mendukung Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik. Sikap ini sejalan dengan target Pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, IPA menetapkan empat area prioritas, yakni kepastian hukum dan penghormatan terhadap kontrak, percepatan eksplorasi, peningkatan kemudahan berusaha, serta dukungan terhadap revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas).
“Dengan berfokus pada empat area tersebut, IPA berkomitmen bekerja sama dengan Pemerintah guna memastikan industri hulu minyak dan gas bumi terus memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” ujar Presiden IPA 2026, Kathy Wu, dalam Rapat Umum Anggota (RUA) IPA, di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Baca juga : Dukung Keberlanjutan, Mawatu Hadirkan Transformasi Arsitektur Di Labuan Bajo
IPA menilai, penghormatan terhadap kontrak dan penguatan kepastian hukum merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini berjalan seiring dengan upaya advokasi IPA dalam mendukung Pemerintah menarik investasi ke sektor hulu migas. IPA juga menegaskan percepatan eksplorasi menjadi kunci pencapaian target produksi nasional.
“Kami berharap lebih banyak wilayah kerja ditawarkan kepada investor, dengan proses dan persetujuan untuk kontrak kerja sama (Production Sharing Contract/PSC) baru yang dapat dipercepat, serta adanya kepastian lebih besar terkait perpanjangan kontrak PSC,” kata Kathy.
IPA juga menyoroti pentingnya peningkatan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan dan penguatan koordinasi antar-kementerian. IPA menyambut baik terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang memperkenalkan Service Level Agreement, sebagai langkah signifikan untuk meningkatkan kemudahan berusaha.
Baca juga : Ongen Minta Dinas Gulkarmat Dilibatkan Dalam Perizinan Kelayakan Gedung
Di sisi regulasi, IPA menyampaikan dukungan penuh kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melanjutkan proses revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas). Revisi ini dinilai menjadi landasan penting bagi pertumbuhan industri migas sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia secara global.
Angkat Hashim jadi Dewan Pengawas
Dalam RUA, IPA juga mengumumkan susunan kepemimpinan 2026. IPA menyampaikan kehormatan atas bergabungnya Hashim Djojohadikusumo—Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup—sebagai anggota Dewan Pengawas IPA 2026.
IPA mengapresiasi komitmen Hashim dalam memberikan arahan strategis dan pengalaman industri yang luas untuk memperkuat kontribusi IPA terhadap ketahanan dan transisi energi Indonesia.
Baca juga : DePA-RI Dukung Tindak Pelaku Kejahatan Lingkungan Penyebab Bencana Sumatera
Selain itu, RUA menetapkan susunan Dewan Pengurus IPA 2026. Dewan Pengawas dipimpin Hashim Djojohadikusumo. Ada pun jajaran Dewan Direktur terdiri dari Presiden IPA Kathy Wu (BP Berau Ltd), Wakil Presiden Ronald Gunawan (PT Medco E&P Indonesia), Wakil Presiden Wade Floyd (ExxonMobil Cepu Ltd), Sekretaris Yuzaini Md. Yusof (PC Ketapang II Ltd), dan Bendahara Kevin S. Moore (Husky Energy International Corporation).
Susunan lain mencakup Direktur Syailendra S. Bakrie (PT Energi Mega Persada Tbk), Roberto Daniele (Eni Muara Bakau B.V.), Kenji Hasegawa (Inpex Masela Ltd), Naser Al-Houti (Kufpec Indonesia Anambas B.V.), Abdulla Bu Ali (Mubadala Energy), Mery Luciawaty (PT Pertamina Hulu Energi), Wang Lei (PetroChina International Jabung Ltd), serta Intan Fauzi (PT Saka Energi Indonesia).
Susunan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus IPA 2026 mulai berlaku sejak 10 Desember 2025. Jajaran ini akan bekerja bersama komite-komite IPA yang diisi para profesional industri hulu migas dari perusahaan anggota IPA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.