Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Puluhan Kampus Di Sumatera Terdampak Bencana
Pemerintah Siapkan Relaksasi Dan Bantuan
Selasa, 9 Desember 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sedikitnya 30 perguruan tinggi di Sumatera terdampak bencana hidrometeorologi. Untuk memastikan keberlanjutan kegiatan akademik, Pemerintah menyiapkan skema bantuan dan mendorong pemberian relaksasi pembelajaran untuk civitas akademika.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan menyiapkan bantuan dan mendorong pimpinan perguruan tinggi membuat relaksasi pembelajaran bagi mahasiswa, dosen dan perguruan tinggi yang terdampak.
Baca juga : Perbanyak Kantong Parkir Dan Rekayasa Lalu Lintas
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan, berdasarkan data per 1 Desember 2025, setidaknya ada 30 perguruan tinggi yang terdampak bencana di Sumatera. Sementara, jumlah civitas akademika yang terdampak langsung setidaknya berjumlah 6.437 orang.
“Sejauh ini belum diperoleh laporan jumlah korban jiwa atau hilang. Seiring proses verifikasi di lapangan, data ini akan terus diperbarui,” ujar Brian dalam keterangan resminya, Senin (8/12/2025).
Baca juga : Nadiem Bakal Didakwa Rugikan Negara Rp 2,1 T
Menurutnya, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada civitas akademika, maka Kemendiktisaintek akan menyiapkan bantuan dan mendorong pimpinan untuk memberikan relaksasi pembelajaran bagi mahasiswa, dosen dan perguruan tinggi yang terdampak.
“Kelonggaran ini diberikan untuk memastikan keberlanjutan studi dapat berlangsung secara adaptif dan manusiawi,” ujarnya.
Baca juga : Keok, Madrid Serang Wasit
Selain itu, Kemendiktisaintek melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) juga akan memfasilitasi bantuan khusus bagi mahasiswa yang terdampak langsung oleh bencana. Rencana skema yang akan dijalankan adalah bantuan biaya hidup pascabencana yang akan dikoordinasikan bersama LLDikti, perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta terkait.
Terhadap para korban terdampak lainnya, Brian menjelaskan Kemendiktisaintek terus menjalankan bantuan penanganan bencana melalui program pengabdian kepada masyarakat. Bantuan ini akan terbagi menjadi dua tahap. Respons Tahap Tanggap Darurat akan berlangsung hingga 31 Desember 2025 dengan fokus pada penanganan langsung dan pemenuhan kebutuhan mendesak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya