Dark/Light Mode

Pengungsi Mencapai 800 Ribuan Orang

Pemerintah Siapkan Hunian Sementara Korban Bencana

Rabu, 10 Desember 2025 07:35 WIB
Relawan BNPB turun ke lapangan, untuk membantu menangani para pengungsi. (Foto: Dok. BNPB)
Relawan BNPB turun ke lapangan, untuk membantu menangani para pengungsi. (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah pengungsi korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) mencapai lebih dari 800 ribu orang. Pemerintah akan menyiapkan hunian sementara bagi para korban bencana tersebut.

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (9/12/2025) sore, jumlah pengungsi tercatat 894.101 orang. Angka itu menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 1.057.482 orang. 

Aceh menjadi daerah dengan pengungsi terbanyak, yakni 831.124 orang. Disusul Sumut sebanyak 42.503 pengungsi, dan Sumbar sebanyak 20.474 pengungsi. 

Baca juga : Gedung Terbakar 22 Orang Tewas

Di Aceh, dari 16 kabupaten/kota terdampak, Aceh Tamiang mencatat jumlah pengungsi paling banyak, mencapai 252.623 orang. Sementara di Langsa, Aceh Utara, dan Aceh Besar, tidak ada pengungsi. 

Untuk wilayah Sumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat jumlah pengungsi terbanyak mencapai 18.331 orang. Adapun li ma kabupaten/kota nihil pengungsi, yaitu Pak pak Bharat, Nias, Nias Selatan, Kota Padang Sidempuan, Serdang Bedagai, dan Mandailing Natal. Secara keseluruhan, 14 kabupaten/kota di Sumut terdampak banjir bandang dan longsor. 

Di Sumbar, jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Kabupaten Tanah Datar dengan 6.137 orang. Meski demikian, di daerah tersebut tidak terdapat korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor. Daerah yang nihil pengungsi antara lain Pasaman, Kepulauan Mentawai, Kota Solok, Kota Bukittinggi, dan Kota Pariaman. 

Baca juga : Gubernur-Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama

Sementara itu, korban jiwa terbanyak di Sumbar berada di Kabupaten Agam dengan 151 orang meninggal. Kabupaten itu juga mencatat korban hilang terbanyak, yakni 53 orang. 

Di antara tiga provinsi terdampak, Aceh mencatat jumlah korban meninggal dunia tertinggi, yakni 391 orang. Disusul Sumut dengan 338 orang, dan Sumbar 235 orang. Total korban jiwa dari seluruh wilayah terdampak mencapai 964 orang. 

Jumlah korban hilang secara keseluruhan mencapai 264 orang. Sumut mendominasi dengan 138 orang hilang, diikuti Sumbar 95 orang, dan Aceh 31 orang. 

Baca juga : Gerindra Acungkan Jempol Ke Pemerintah

Untuk menangani tingginya jumlah pengungsi, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara). Menurut dia, huntara dibutuhkan agar pengungsi tak terlalu lama tinggal di tenda. 

“Luasnya tipe 36, ukuran 8x5. Jadi, daripada mereka tinggal di tenda, lebih representatif tinggal di hunian sementara,” kata Suharyanto saat rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Aceh, Minggu (7/12/2025) malam. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.