Sebelumnya
James juga menyoroti tahun 2026 sebagai tahun pemilu di negara-negara kunci. Mulai dari pemilu sela di Amerika Serikat (AS), pemilu umum di Brazil, pemilu nasional di Bangladesh, hingga pemilu penting di beberapa negara Eropa, yang semuanya dapat membawa dampak besar bagi pasar dan stabilitas global.
Jika disatukan semuanya, 2026 berpotensi menjadi tahun yang memungkinkan banyak hal berjalan salah arah. Sebut saja perlambatan ekonomi global yang lebih tajam, proteksionisme dan pembatasan ekspor yang meningkat, ketidakstabilan energi, konflik berkepanjangan yang membawa dampak ekonomi besar, dan disrupsi teknologi yang melampaui kemampuan adaptasi. “Inilah realitas dunia yang sedang kita hadapi,” ucap James.
Namun, James meyakini, Indonesia memiliki posisi unik dan kuat yang menyelamatkan di tengah peta dunia seperti itu. Setidaknya, ada empat poin yang menjadi modal penting bagi Indonesia.
Pertama, transisi politik Indonesia berjalan stabil. Dunia luar melihat politik Indonesia menunjukkan kesinambungan, kejelasan, dan prediktabilitas. Ini adalah sesuatu yang semakin langka saat ini.
Baca juga : Indonesia Kumpulkan 31 Emas, Prabowo: Tetap Konsisten Dan Disiplin
Kedua, fundamental makro Indoensia tetap solid. Inflasi terkendali, disiplin fiskal terjaga, konsumsi domestik kuat, komposisi demografi yang didominasi usia produktif, serta nilai tukar yang relatif tangguh dibanding banyak emerging market lainnya.
Ketiga, Indonesia sedang menjalani dekade infrastruktur terbesar dalam sejarah. Indonesia membangun pelabuhan, jalan, kawasan industri, energi, logistik, serta ibu kota baru. Semuanya meningkatkan daya saing negara secara nyata.
Keempat, fokus Presiden pada ketahanan pangan, hilirisasi, kesehatan, pertahanan, serta pembangunan jembatan dan infrastruktur konektivitas memberikan arah nasional yang jelas.
Kelima, Indonesia memiliki kombinasi langka berupa stabilitas politik, kekuatan demografi, sumber daya alam, percepatan digital, dan basis manufaktur yang terus tumbuh. Sehingga, dalam dunia yang terfragmentasi, Indonesia justru semakin menarik.
Baca juga : James Riady: Indonesia Stabil Di Tengah Gejolak Global 2026
“Kita harus realistis, namun tetap optimistis memasuki tahun 2026. Kita harus jujur, 2026 tidak akan menjadi tahun yang mudah bagi ekonomi global. Akan ada badai. Sebagian sudah terlihat, sebagian masih muncul di balik horizon. Namun, Indonesia tidak memasuki tahun itu dengan tangan kosong. Indonesia memasuki tahun 2026 dengan modal yang cukup,” beber James.
Dukung Program Pemerintah
Dalam pandangannya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga sudah mulai menunjukkan dampak positif. Kadin sebagai mitra pemerintah mendukung penuh program-program tersebut. Semua ini memberi alasan kuat untuk optimistis.
Meski dunia penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki pengusaha yang tetap membangun, perusahaan yang terus berinvestasi, inovator yang terus mencipta, serta para pemimpin yang tidak mudah patah oleh berita-berita buruk.
“Jika 2025 adalah tahun penyesuaian dan transisi, maka 2026 bisa menjadi tahun antisipasi dan tahun keberanian,” tegas James.
Baca juga : James Riady: Fragmentasi Global Justru Bikin Indonesia Makin Menarik
Dia pun mengimbau para pelaku bisnis untuk menyambut ketidakpastian dengan persiapan. Semua pihak perlu menggemakan narasi ketangguhan Indonesia, bukan narasi kemunduran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.