RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri memastikan kondisi likuiditas domestik, serta ekspektasi pertumbuhan nasional tetap terjaga terus menjadi katalis positif bagi sektor perbankan jelang akhir tahun 2025.
Hal ini menyusul laba bersih sepanjang Januari-November 2025 mencapai Rp 44,15 triliun atau menurun 6,41 persen year on year (yoy).
Sementara secara bank only per November 2025 mencapai Rp 5,26 triliun atau naik 28,71 persen month on month (mom).
Di sisi lain, kredit Bank Mandiri mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1.452 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit secara industri.
Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Tumbuh Solid, Hilirisasi Jadi Motor Utama
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, melalui berbagai inisiatif, stimulus hingga kebijakan moneter yang berlangsung, disertai meredanya tekanan pendanaan di pasar, memberikan ruang bagi perbankan dalam mengelola pertumbuhan.
“Berkaca pada kondisi tersebut, Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah terus menunjukkan konsistensi kinerja yang positif, diikuti dengan kondisi fundamental yang tetap solid,” katanya di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Novita menyebut, pertumbuhan ini juga ditopang peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp 1.584 triliun.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri juga terjaga optimal pada kisaran 91 persen.
Baca juga : Allianz Optimistis Industri Asuransi Tetap Tumbuh Di 2026
Capaian tersebut, kata Novita, mencerminkan likuiditas yang sehat serta kapasitas ekspansi pembiayaan yang masih terbuka hingga akhir tahun, seiring pengelolaan struktur pendanaan yang semakin stabil.
“Sejalan dengan pertumbuhan kredit yang positif, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 turut naik hingga mencapai Rp 2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan,” ungkapnya.
Kinerja tersebut menegaskan daya tahan model bisnis Bank Mandiri di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.
Novita menyampaikan, konsistensi kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin dan terukur. Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental.
Baca juga : Kinerja Keuangan Syariah Diramal Tumbuh Double Digit Di 2026
“Pengalaman menghadapi berbagai siklus ekonomi menjadi landasan kami dalam memperkuat manajemen risiko, permodalan, serta kesiapan operasional,” ujarnya.
Dia mengatakan, arah kebijakan bisnis tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Novita menuturkan, Bank Mandiri melihat prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga sebagai peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid.
“Target kami menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada pada level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terus terjaga,” pungkas Novita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.