Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja Keuangan Syariah Diramal Tumbuh Double Digit Di 2026
Kamis, 4 Desember 2025 18:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tren pelonggaran kebijakan moneter global sepanjang tahun 2025, diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkeyakinan pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh sebesar 5,04 persen di penghujung tahun ini.
Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo, bersama tim ekonom BSI lainnya mengatakan, dengan proyeksi pertumbuhan tersebut, secara keseluruhan ekonomi dan keuangan syariah juga diramal tetap positif di atas pertumbuhan industri, dan menjadi dorongan pertumbuhan nasional.
Meskipun kedalaman pasar keuangan masih terbatas, Banjaran menegaskan keuangan syariah Indonesia justru menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat.
“Ini akan berdampak pada pertumbuhan pembiayaan syariah di tahun 2025 sebesar 10,27 persen (Rp 709,6 triliun) dan di tahun 2026 sebesar 11,89 persen (Rp 794,0 triliun),” katanya dalam acara Sharia Economic Outlook 2026, Indonesia 2026: Resilient, Bold, dan Promising di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Terkait pembiayaan, Banjaran menyebutkan, likuiditas perekonomian akan meningkat signifikan dari Januari hingga Lebaran, dengan sekitar 30-40 persen perputaran uang berada pada periode tersebut.
Baca juga : Kinerja SDM Diapresiasi, PERURI Raih Excellence in HR Innovation Di HREA 2025
Selanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah pada akhir 2025 diproyeksi tumbuh sebesar 12,35 persen (Rp 846,7 triliun) dan di tahun 2026 sebesar 12,55 persen (Rp 952,9 triliun).
Aset perbankan syariah di tahun 2025 diproyeksi mencapai Rp 1.049,79 triliun dan di tahun 2026 mencapai Rp 1.205,15 triliun.
Sementara, kredit perbankan nasional pada tahun 2025 diramal tumbuh 8,74, dan di tahun 2026 sebesar 10,15 persen, pertumbuhan DPK nasional di tahun 2025 sebesar 11,30 persen dan di tahun 2026 sebesar 11,96 persen.
Banjaran menambahkan, BSI optimistis bahwa dunia usaha akan mulai melakukan ekspansi seiring membaiknya kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang mendukung.
“Dengan arah kebijakan terbaru, peluang-peluang baru mulai terbuka. Kami sudah melihat potensi di berbagai daerah yang penduduknya mulai berkembang dan memiliki daya tahan ekonomi yang baik,” ujarnya.
Dari sisi konsumsi, BSI mengamati adanya peningkatan penjualan ritel menjelang akhir tahun, yang biasanya menjadi puncak konsumsi.
Baca juga : 10 Tantangan Tuberkulosis Di 2025
Banjaran memperkirakan, momentum konsumsi ini akan berlangsung hingga Lebaran, dan dunia usaha harus mampu memanfaatkan kesempatan tersebut agar tidak kehilangan peluang pasar.
Ia menyebut, tantangan utama ke depan adalah, bagaimana dunia usaha dapat mengoptimalkan peluang ini, terutama di sektor konsumsi yang masih mendominasi sekitar 53 persen dari ekonomi nasional.
“Tantangan terbesar adalah mendorong dunia usaha agar lebih dinamis dan berputar cepat, terutama dengan memanfaatkan keunikan sistem keuangan daerah yang belum optimal,” ungkapnya.
Banjaran juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang mendukung pengusaha daerah agar dapat tumbuh dan berkembang.
Selain itu, BSI tengah mengembangkan lisensi baru untuk perdagangan emas (bank bulion), yang diharapkan dapat menambah aset dan memperkuat posisi bank dalam persaingan.
“Lisensi bulion ini akan membuka peluang baru dan memperluas geografi pertumbuhan kami,” ujarnya.
Baca juga : Perkuat Kerja Sama Kehutanan Global, Wamenhut Temui UNEP Di COP-30
Banjaran menegaskan, perlunya dunia usaha untuk bertransformasi dari perbankan tradisional ke perbankan transaksional, baik untuk segmen individu maupun bisnis.
Hal ini menjadi kunci agar bisnis dapat lebih siap menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
“Dengan sinergi yang baik antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha, kami yakin pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya