RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi dibuka melemah tipis sebesar 0,02 persen ke level Rp 16.670 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.667 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS cenderung bervariasi. Yen Jepang menguat 0,08 persen, sementara dolar Singapura melemah 0,03 persen, won Korea Selatan turun 0,08 persen, dan baht Thailand terdepresiasi 0,22 persen.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Perkasa Ke Rp 16.635
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat melemah 0,06 persen ke level 97,89. Di sisi lain, rupiah justru menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Rupiah naik 0,14 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.304, menguat 0,87 persen terhadap euro ke level Rp 19.364, serta menguat 0,03 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp 11.059.
Analis Pasar Keuangan Lukman Leong menilai, pergerakan rupiah masih berkonsolidasi terhadap dolar AS seiring pelemahan data manufaktur Amerika Serikat. “Investor cenderung bersikap wait and see sambil menantikan rilis data tenaga kerja AS malam ini,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Baca juga : Senin Pagi, IHSG Dibuka Melesat ke Level 8.705
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.