Sebelumnya
“Efisiensi energi, konektivitas sistem, dan keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri yang ingin bertahan dan berkembang di era digital,” ujar Doddy.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Sidik Herman menambahkan, tantangan global seperti kenaikan biaya energi dan keterbatasan tenaga teknis terampil menjadikan integrasi Internet of Things (IoT) sangat relevan.
“Efisiensi energi, keandalan mesin berbasis predictive maintenance, integrasi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real time, hingga perlindungan sistem industri dari ancaman siber kini menjadi prasyarat utama bagi industri yang ingin tetap kompetitif,” ungkap Sidik.
Baca juga : Jadwal Keberangkatan Kapal Tergantung Cuaca
Dukungan Pengusaha
Sektor swasta turut mendukung langkah Pemerintah mempercepat adopsi teknologi ini, agar Indonesia tidak tertinggal dari negara tetangga.
Direktur PT Elmecon Multikencana Ridwan Djuhari menekankan pentingnya wadah strategis bagi integrator dan pelaku industri.
Baca juga : Untuk Naik Kelas, Bank Kecil Butuh Suntik Modal
“Kami mendukung agar kolaborasi seperti ini terus digalakkan, sehingga industri nasional mampu menghadapi persaingan global dan tidak tertinggal dari negara-negara kawasan seperti Vietnam dan Thailand,” ujar Ridwan.
Melalui sinergi ini, perusahaan industri nasional diharapkan memperoleh referensi dan solusi konkret untuk menekan risiko downtime, serta mengendalikan biaya energi secara berkelanjutan menuju Industri 4.0. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 22 Desember 2025 dengan judul "Pemerintah Percepat Transformasi Industri Digital Demi Daya Saing Nasional"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.