Dark/Light Mode

10 Ribu ISPA, 1.376 Diare, Dan 1.336 Flu

Pengungsi Bencana Diserang Penyakit

Minggu, 21 Desember 2025 07:55 WIB
Plt Kadinkes Aceh Ferdiyus (kanan) bersama Kapusdatin BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dinkes Aceh)
Plt Kadinkes Aceh Ferdiyus (kanan) bersama Kapusdatin BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dinkes Aceh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 3 pekan berada di pengungsian, korban bencana Sumatera mulai diserang berbagai penyakit. Di Aceh, 10 ribu pengungsi terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), 1.376 diare, dan 1.336 terserang flu. Di sisi lain, Kemenkes memastikan mayoritas rumah sakit di daerah bencana sudah beroperasi. 

Plt Kadinkes Aceh Ferdiyus memaparkan, pengungsi yang terserang ISPA mencapai hampir 10 ribuan kasus, tersebar di 9 kabupaten/kota. Penyakit lain yang dialami pengungsi yakni diare 1.376 kasus, dan flu 1.336 kasus.

“Campak baru sembilan kasus. Yang kami khawatirkan, kalau dia tinggal di barak pengungsian, bisa menular,” kata Ferdiyus saat konferensi pers, Jumat (19/12/2025). 

Tim memeriksa kesehatan warga pengungsian banjir dan tanah longsor di Puskesmas Jangka, Gampong Kuala Ceurape, Bireuen, Aceh. (Foto: Dinkes Aceh)

Baca juga : Selamatkan 20 Warga Saat Banjir Bandang, Sertu Giman Pertaruhkan Nyawa

Pihaknya telah memerintahkan seluruh tenaga medis yang bekerja di posko kesehatan Dinkes Kabupaten/Kota agar memindahkan pengungsi yang telah didiagnosa suspek campak. Pasien suspek campak ditempatkan di posko yang lebih kecil agar dapat dilokalisasi. “Agar ditangani lebih intens dan cepat dan tak menular,” sambungnya. 

Selain itu, jajarannya juga sudah menyiapkan tenaga surveilans untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB). “Tenaga surveilance itu juga untuk memantau ISPA, gatal-gatal, dan diare,” ujar Ferdiyus. 

Pihaknya telah mengerahkan 794 tenaga kesehatan dan terus mengirim obat-obatan ke posko-posko pengungsi di daerah yang membutuhkan. Khususnya di empat wilayah yang jadi fokus pihaknya. Yakni di Kabupaten Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa. 

Baca juga : Disambangi Dubes RI Untuk AS, Trump: Saya Sahabat Dekat Prabowo

“Mereka juga mendistribusikan makanan tambahan bagi kelompok rentan serta balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan warga lanjut usia,” katanya. 

Selain Aceh, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) juga waspada terhadap penyakit menular seperti ISPA dan diare yang mulai ditemukan di sejumlah pengungsian sejak dua pekan pascabencana. 

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Sumbar, Saiful Jamal Saiful telah meminta jajarannya memperketat pengawasan air bersih dan sanitasi ling­kungan. Hal ini dilakukan demi meminimalisir jumlah pengungsi terjangkit penyakit. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Menambah Beban Hafalan Bagi Siswa

Dinkes Provinsi Sumatera Utara (Su­mut) juga mencatat penyakit kulit dan ISPA menjadi kasus kesehatan tertinggi yang dialami warga terdampak. Berdasarkan laporan terakhir, jumlah kumulatif penyakit kulit mencapai 9.597 kasus, disusul ISPA sebanyak 8.350 kasus. Dinkes Sumut juga mencatat 1.621 kasus diare, 944 kasus Influenza Like Illness, serta 602 kasus suspek demam tifoid. 

Meski demikian, belum ditemukan kasus penyakit berisiko tinggi seperti campak, leptospirosis, malaria, maupun kematian akibat wabah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.