BREAKING NEWS
 

Menteri Ekraf: Investasi Aplikasi Dan Game Melejit Berkat Gen Z

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 22 Desember 2025 16:26 WIB
Menteri Ekraf Teuku Riefky menjajal game karya kreator muda, mencermati tren aplikasi yang digandrungi Gen Z. (Foto. RM/Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aplikasi dan game mencatat lonjakan investasi dan ekspor ekonomi kreatif hingga triwulan 3 tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam paparannya di acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Tren aplikasi dan game dinilai sejalan dengan minat Generasi Z (Gen Z) terhadap subsektor digital.

Teuku Riefky menyebut, pengembangan ekonomi kreatif tetap berakar pada tujuh subsektor prioritas nasional. Namun, pola kolaborasi lintas subsektor kini makin kuat dan relevan dengan generasi muda.

“Kolaborasi lintas subsektor terjadi, tetapi akarnya tetap pada tujuh subsektor prioritas,” ujarnya.

Baca juga : Kementerian Ekraf Luncurkan Pelatihan Gig Economy Dan AI Challenge Untuk Gen Z

Adapun tujuh subsektor prioritas ekonomi kreatif meliputi kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, game, musik dan animasi termasuk video. Dia menjelaskan, pendekatan kepada Gen Z tetap diarahkan pada subsektor prioritas tersebut. Beberapa subsektor lain ikut berkembang sebagai penguat ekosistem. Pemerintah mendorong agar kreativitas anak muda tidak keluar dari kerangka kebijakan nasional.

“Untuk Gen Z, kembali ke tujuh subsektor prioritas dan beberapa subsektor lainnya,” katanya.

Teuku juga memaparkan tren investasi menunjukkan pergeseran signifikan. Hingga triwulan 3, subsektor aplikasi menjadi tujuan investasi terbesar. Posisi tersebut menggeser kuliner, fesyen, dan kriya yang sebelumnya dominan.

Adsense

“Sampai triwulan 3, aplikasi paling banyak menerima investasi,” katanya.

Baca juga : Pemkab Bekasi Apresiasi CSR Urban Farming Lippo Cikarang

Menurutnya, kondisi serupa juga terlihat pada kinerja ekspor ekonomi kreatif. Sub sektor game mencatat kenaikan tajam dan melampaui beberapa subsektor konvensional. Publikasi yang sebelumnya kuat kini tersalip oleh game. “Di ekspor, yang naik justru game dan mengalahkan publikasi,” tuturnya.

Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menambahkan, penguatan aplikasi dan gim tidak terlepas dari karakter Generasi Z. Generasi ini tumbuh bersama teknologi digital dan menjadikan platform digital sebagai ruang berekspresi. Karena itu, tren investasi dinilai logis dan berkelanjutan.

“Ini sesuai tren generasi muda saat ini,” katanya.

Selain tren subsektor, pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi kreatif di daerah. Sebelumnya, hanya 5 provinsi yang memiliki nomenklatur ekonomi kreatif dalam struktur dinas. Di tingkat kabupaten dan kota, jumlahnya baru 15 daerah. “Sebelumnya hanya lima provinsi dan 15 kabupaten kota,” terangnya.

Baca juga : Arsari Nusa Investama Resmi Jadi Pemegang Saham Indokripto Koin Semesta

Dalam satu tahun terakhir, Kementerian Ekonomi Kreatif melakukan sosialisasi intensif kepada pimpinan daerah. Hasilnya, 27 provinsi kini dalam proses menambahkan nomenklatur ekonomi kreatif pada dinas terkait. Di tingkat kabupaten dan kota, lebih dari 70 daerah menyatakan kesiapan. “Sekarang 27 provinsi dalam proses dan lebih dari 70 kabupaten kota,” katanya.

Cecep menegaskan, penguatan dinas ekonomi kreatif penting bagi pelaku di daerah. Dengan struktur jelas, ekosistem ekonomi kreatif memiliki mitra pemerintah yang fokus. Dukungan kebijakan dan pendampingan diharapkan lebih terarah. “Pelaku ekraf jadi jelas siapa yang membantu di daerah,” ujarnya.

Gelaran acara ini juga menyoroti capaian satu tahun pengembangan ekonomi kreatif nasional. Peserta acara menyambut capaian tersebut dengan antusias.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense