BREAKING NEWS
 

Satgas Energi HIPMI: Sinergi Lintas Sektor Kunci Pengembangan Bioenergi Nasional

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 24 Desember 2025 22:40 WIB
Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Energi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pengembangan bioenergi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha dinilai mutlak untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi energi berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan dalam Forum Energy Outlook 2026: Strengthening Indonesia’s Energy Supply Chain, yang diselenggarakan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) berkolaborasi dengan Satgas Energi BPP HIPMI, di The Westin, Jakarta, Rabu (17/12/2025). Forum strategis ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku industri energi, hingga akademisi, untuk membahas tantangan dan peluang penguatan rantai pasok energi nasional di tengah dinamika global.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, dalam sambutan pembuka Diskusi Panel 1 bertema Security & Efficiency in Fossil Energy Supply Chain, menegaskan bahwa energi merupakan tulang punggung pembangunan nasional.

“Tidak ada industrialisasi tanpa energi yang andal dan terjangkau, serta tidak ada keadilan sosial tanpa akses energi yang merata. Jika rantai pasok energi rapuh, biaya logistik melonjak, daya saing industri menurun, dan ketahanan energi sulit tercapai,” ujarnya.

ASPEBINDO, lanjut Anggawira, berkomitmen mendorong dialog konstruktif dan solusi konkret agar forum ini menjadi referensi strategis bagi pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Baca juga : Indonesia-AS Sepakati Substansi Perundingan Perdagangan Resiprokal

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, yang menjadi keynote speaker, menekankan bahwa gas bumi memiliki peran strategis sebagai energi transisi di tengah peningkatan konsumsi energi nasional dan target net zero emission.

“Tantangannya adalah memastikan pasokan, infrastruktur, dan rantai pasok gas bumi berjalan kuat agar dapat menopang pembangkit, industri, dan kebutuhan domestik secara berkelanjutan,” kata Laode.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi, percepatan pembangunan infrastruktur gas, serta penguatan rantai pasok energi nasional dengan dukungan regulasi adaptif dan iklim investasi yang kondusif.

Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, yang juga Ketua Dewan Pengawas ASPEBINDO, menilai penguatan ketahanan rantai pasok energi harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, koperasi, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perlu ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam distribusi dan pengelolaan energi.

Adsense

“Sinergi antara industri besar dan koperasi harus diperkuat, baik di sektor energi terbarukan maupun konvensional, agar pengelolaan energi berjalan efisien, adil, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Ferry.

Baca juga : Resmi Operasi, BSN Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, Nanang Abdul Manaf, menambahkan bahwa ketahanan energi nasional tidak akan terwujud tanpa cadangan migas yang memadai.

“Cadangan hanya bisa diperoleh melalui eksplorasi. Tanpa eksplorasi tidak ada produksi, dan tanpa produksi kemandirian energi sulit tercapai,” tegasnya. Pemerintah, lanjut Nanang, tengah menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel dan insentif kompetitif untuk menarik investasi eksplorasi migas.

Dalam Diskusi Panel 2 bertema Financing Bioenergy for Sustainable Growth, Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, mendorong pembentukan Dana Investasi Bioenergi Nasional melalui skema blended finance. “Kita butuh insentif fiskal khusus agar investor memiliki bantalan risiko saat masuk ke daerah dengan infrastruktur belum mapan. Transisi energi hanya akan berhasil jika daerah penghasil biomassa menikmati nilai tambahnya secara langsung,” ujar Sultan.

Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih, menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar penambahan sumber energi alternatif, tetapi mencakup perubahan sistem, perilaku, dan cara berinvestasi.

“Indonesia dianugerahi sumber daya biomassa yang melimpah, mulai dari limbah pertanian, residu kelapa sawit, hingga potensi biofuel dan biogas. Semua ini bisa menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan baik,” kata Jay, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum ASPEBINDO dan Ketua Umum Asosiasi Infrastruktur dan Transportasi Migas (INTRAMIGAS).

Baca juga : Elnusa bersama PIEP Sambut Kunjungan Wakil Menteri Perminyakan Irak

Jay menilai, tantangan utama pengembangan bioenergi terletak pada pembiayaan dan penciptaan ekosistem proyek yang bankable. Karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, perbankan, dan lembaga pembiayaan nonperbankan menjadi kunci keberhasilan transisi energi.

“Melalui pembiayaan yang terarah dan kolaboratif, bioenergi dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian dari ekosistem energi nasional,” ujarnya.

Melalui Satgas Energi BPP HIPMI, berbagai inisiatif telah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha muda, memperluas jejaring usaha, serta mendorong keterlibatan UMKM dalam rantai nilai bioenergi, termasuk melalui lokakarya dan kunjungan lapangan.

Menutup forum, Jay Singgih menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama bioenergi di kawasan. Ia berharap Energy Outlook 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat implementasi kebijakan energi berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, bioenergi dapat menjadi fondasi penting ketahanan energi nasional sekaligus motor penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense