Dark/Light Mode

Resmi Operasi, BSN Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional

Senin, 22 Desember 2025 21:15 WIB
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Network & Retail Funding BSN Ari Kurniaman (kanan), SEVP BSN Maqin U. Norhadi (kedua kiri) dan Kepala Cabang BSN Jakarta Harmoni Nurul Astuti (kiri) berbincang dengan nasabah saat menandai resmi beroperasinya layanan perseroan secara nasional dengan mengunjungi Kantor Cabang BSN Jakarta Harmoni, di Jakarta, Senin (22/12/ 2025). (Foto: Dok. BSN)
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Network & Retail Funding BSN Ari Kurniaman (kanan), SEVP BSN Maqin U. Norhadi (kedua kiri) dan Kepala Cabang BSN Jakarta Harmoni Nurul Astuti (kiri) berbincang dengan nasabah saat menandai resmi beroperasinya layanan perseroan secara nasional dengan mengunjungi Kantor Cabang BSN Jakarta Harmoni, di Jakarta, Senin (22/12/ 2025). (Foto: Dok. BSN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menandai perjalanan barunya di industri perbankan syariah Tanah Air, mulai beroperasi secara serentak di seluruh cabang di Indonesia, Senin (22/12/2025).

BSN hadir pasca spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. melalui persetujuan pemegang saham dalam Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) November 2025 lalu.

Mengusung visi menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah, BSN optimistis dapat menjadi katalisator di industri perbankan syariah nasional.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyatakan,  mulai beroperasinya layanan secara nasional bagi seluruh nasabah membuktikan bahwa BSN telah melangkah sesuai dengan peta jalan yang ditentukan perseroan.

Perjalanan baru ini sekaligus menjadi momentum penting bagi perseroan untuk mengimplementasikan strategi bisnis yang ekspansif dan agile. Hal ini agar kinerja perseroan tumbuh positif secara berkelanjutan.

Alex menambagkan, peresmian operasional BSN pada hari ini merupakan hasil kerja keras dari rangkaian proses panjang yang dilalui perseroan dengan dukungan kuat para pemangku kepentingan.

Baca juga : Pengamat Nilai Keterbukaan Jadi Kunci Penguatan Profesionalisme Polri

"Dengan kekuatan fundamental yang dimiliki BSN serta peluang yang masih terbuka luas di ekosistem perbankan syariah, perseroan dapat meningkatkan kinerja sekaligus memantapkan posisi sebagai katalisator," ujar Alex usai ikut melayani nasabah BSN di Kantor Cabang Jakarta Harmoni, Senin (22/12/2025).

Alex menamvahkan, ekosistem perbankan syariah di Indonesia masih banyak yang belum digarap. Misalnya di luar ekosistem perumahan, produk dan layanan seperti tabungan emas, tabungan haji dan umroh, hingga gadai emas.

Ditambah lagi dengan status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sebanyak 242,7 juta orang, maka terbuka peluang bagi produk dan layanan tersebut untuk diminati masyarakat.

Menurut Alex, masyarakat sudah mengetahui produk dan layanan perbankan syariah. Hanya saja, tantangannya adalah mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan perbankan syariah.

Lebih lanjut Alex mengatakan, BSN fokus mengembangkan layanan berbasis digital agar produk dan layanan mudah diakses oleh masyarakat.

Secara bersamaan, perseroan juga memaksimalkan peran dari 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah dan 589 Kantor Layanan Syariah untuk melakukan penetrasi kepada target konsumen di wilayah operasional masing-masing.

Baca juga : Usung Konsep Modern & Asri, Al Azhar Memorial Garden Tawarkan Pemakaman Syariah

“Kami menggabungkan pendekatan digital dan daring agar produk-produk BSN semakin mudah diakses oleh individu maupun pelaku usaha, Strategi ini tentunya juga perlu dibarengi dengan edukasi yang berkelanjutan dan memastikan produk dan layanan syariah ini untuk semua kalangan masyarakat,” ujar Alex.

Mengacu laporan keuangan September 2025, saat masih berstatus sebagai Unit Usaha Syariah BTN, pembiayaan yang disalurkan tercatat meningkat sebesar 19,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau tumbuh menjadi Rp51,1 triliun dari Rp42,7 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Adapun penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 19,3 persen yoy dari Rp47,7 triliun pada kuartal III/2024 meningkat menjadi Rp56,9 triliun di periode yang sama tahun ini.

Peningkatan kinerja di dua segmen tersebut turut mengkatrol aset menjadi Rp68,4 triliun per 30 September 2025 atau tumbuh 18,4 persen  yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp42,7 triliun.

Penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah telah memperkuat struktur dan skala bisnis BSN sehingga menjadikannya bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp71,3 triliun per November 2025.

“BSN akan memaksimalkan ini untuk memperbesar pembiayaan dan memperluas ekspansi pasar. Kami ingin semua pihak dapat menikmati produk dan layanan tepercaya BSN yang berkah dan amanah,” kata Alex.

Baca juga : Menperin: Diplomasi Ekonomi Jadi Kunci Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Alex juga memastikan, peralihan dari Unit Usaha Syariah BTN menjadi BSN, tidak berdampak terhadap nasabah. Proses transisi dilakukan secara terstruktur serta sesuai ketentuan regulator.

Dengan demikian, nasabah tetap dapat menikmati produk dan layanan seperti sedia kala tanpa harus melakukan perubahan administrasi.

“Kami memastikan keamanan dan kenyamanan nasabah adalah prioritas utama BSN,” pungkas Alex.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.