Dark/Light Mode

Perkuat Inovasi Diagnostik, Sysmex Dukung Pelayanan Kesehatan Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025 17:40 WIB
Gelaran 10th Sysmex Scientific Seminar di Jakarta, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Dok. Sysmex Indonesia)
Gelaran 10th Sysmex Scientific Seminar di Jakarta, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Dok. Sysmex Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam dua dekade, PT Sysmex Indonesia (Sysmex Indonesia) berkomitmen menghadirkan inovasi diagnostik. Inovasinya bukan cuma mutakhir, tapi juga relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Sysmex Indonesia Emilani Nababan di gelaran acara 10th Sysmex Scientific Seminar di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

"Melalui forum ini kami ingin mengajak para praktisi kesehatan bersama-sama memperkuat peran diagnostik sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit di Indonesia," kata Emilani.

Di kesempatan yan sama,  Presiden dan CEO Sysmex Asia Pacific Pte. Ltd., Frank J Buescher menekankan pentingnya inovasi berbasis data untuk meningkatkan kesehatan populasi.

Menurutnya, inovasi diagnostik tidak lagi berhenti pada hasil pemeriksaan, melainkan menjadi bagian dari ekosistem data yang mendukung pengambilan keputusan klinis dan kebijakan kesehatan.

Baca juga : Perekonomian Indonesia 2026 Membaik, BSI Ramal Keuangan Syariah Makin Cerah

"Melalui teknologi terintegrasi seperti caresphere dan analisis berbasis machine learning , kami berupaya mendukung negara-negara termasuk Indonesia dalam membangun sistem kesehatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Medical Scientific & Public Affairs Manager PT Sysmex Indonesia Sully Kosasih menambahkan, melalui seminar ilmiah ini, Sysmex ingin menegaskan bahwa pemeriksaan diagnostik bukan sekadar alat bantu klinis individual, tetapi pilar utama kesehatan populasi.

"Dengan deteksi dini yang tepat, kita dapat menekan beban penyakit kronis, mempercepat pengobatan efektif, dan mendukung sistem kesehatan yang lebih tangguh dan efisien," ucapnya.

Acara ini turut menghadirkan para pakar kesehatan diagnostik dan kesehatan populasi terkemuka, termasuk dr. Maria Endang Sumiwi, MPH yang menjabat Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan.

Maria memberikan pandangan strategis terkait arah transformasi layanan primer dan peran diagnostik, dalam mendukung program deteksi dini dan skrining nasional.

Baca juga : Peringati Hari Disabilitas, Pertamina Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif

Seminar ini juga menyoroti peran digitalisasi dan data-driven diagnostics yang mendukung harmonisasi hasil antar fasilitas dan pengambilan keputusan klinis yang lebih konsisten, sejalan dengan fokus pemerintah pada integrasi sistem informasi kesehatan nasional.

Diketahui, Kebutuhan akan deteksi dini dan diagnosis yang akurat menjadi semakin mendesak, di tengah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia.

Dengan urgensi tersebut, Sysmex Indonesia kembali menggelar 10th Sysmex Scientific Seminar, sebuah forum ilmiah dua tahunan yang menghadirkan para dokter ahli patologi klinik, dokter spesialis, akademisi, dan pemangku kepentingan kesehatan nasional untuk memperkuat peran diagnostik dalam mendukung kesehatan populasi yang berkelanjutan.

Kali ini, seminar mengangkat tema 'Diagnostics at the Core: Strengthening Foundations for Sustainable Population Health yang menyoroti peran penting pemeriksaan diagnostik oleh laboratorium sebagai fondasi dalam mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Hal ini sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan 2025–2029 Kementerian Kesehatan yang menekankan pendekatan promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit.

Baca juga : Percepat Transformasi Digital Industri, RI Gandeng Jepang

Indonesia tengah menghadapi beban ganda penyakit (double disease burden): meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker di tengah masih tingginya penyakit menular seperti tuberkulosis dan sepsis.

Kondisi ini menuntut penguatan sistem deteksi dini yang akurat dan terjangkau agar setiap individu dapat memperoleh intervensi tepat waktu, sebelum penyakit berkembang menjadi kronis atau fatal.

Melalui sesi ilmiah lintas bidang meliputi hematologi, urinalisis, dan hemostasis, seminar ini menghadirkan inovasi diagnostik terkini yang dapat langsung diimplementasikan dalam praktik klinis, mulai dari parameter lanjutan pada sepsis, evaluasi anemia dan thalassemia, hingga analisis koagulasi lanjutan untuk deteksi gangguan trombosis.

Setiap topik dirancang untuk membantu dokter dan laboratorium mengoptimalkan pemeriksaan dasar yang krusial sehingga diagnosis lebih cepat, terapi lebih tepat, dan biaya layanan kesehatan lebih efisien.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.