BREAKING NEWS
 

Indonesia Dukung Agenda AS

G20 Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 27 Desember 2025 06:30 WIB
Rapat pertemuan anggota G20 membahas pertumbuhan ekonomi dan keuangan global.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presidensi Amerika Serikat (AS) di Forum Group of Twenty (G20) mulai merapikan agenda besar organisasi ekonomi dunia tersebut. Fokusnya ditarik kembali ke mandat awal, yakni pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan global. Indonesia menyambut positif langkah tersebut.

Kepastian arah baru G20 itu mengemuka dalam Pertemuan Sherpa G20 ke-1 yang digelar di Washington D.C., AS, pada 15–16 Desember 2025. Dalam forum tingkat utusan khusus itu, AS menegaskan komitmennya mengakhiri agenda yang dinilai melebar dan mengembalikan G20 ke jalur utama.

Baca juga : Warga Jakarta Diminta Empati Ke Korban Bencana

Di bawah kepemimpinan AS, G20 diarahkan untuk kembali menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia. Presiden AS Donald Trump menilai, forum ini harus lebih praktis dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian global.

Sherpa G20 AS, Emory Cox, yang juga menjabat Asisten Khusus Presiden untuk Hubungan Ekonomi Internasional (Special Assistant to the President for International Economic Relations), menjelaskan bahwa Presidensi G20 AS mengusung visi Unleashing Economic Prosperity by Limiting the Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Technologies and Innovation.

Baca juga : Chelsea Vs Aston Villa, Si Labil Hadang Kejutan

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga prioritas utama. Yakni pemangkasan hambatan regulasi, pembukaan akses energi yang terjangkau, serta percepatan inovasi dan teknologi. Filosofinya tegas: back to basic.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat berkomitmen untuk mengembalikan agenda perekonomian utama G20 dan menghasilkan hasil ekonomi yang nyata,” tegas Cox, dalam keterangan resmi, Rabu (24/12/2025).

Adsense

Baca juga : Formula 1, Honda Stop Pasok Mesin Ke Red Bull

Untuk mempercepat kerja, AS juga memangkas struktur G20. Kini hanya ada empat Working Group atau Kelompok Kerja, termasuk Working Group on Growth and Deregulation (Kelompok Kerja Pertumbuhan dan Deregulasi), serta kelompok kerja yang menangani energi, inovasi, dan perdagangan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense