Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aman Dan Khidmat Di Area Bencana, Natal Dirayakan Di Posko Pengungsian
Jumat, 26 Desember 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Umat Kristiani yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera tetap merayakan Natal dengan aman di posko-posko pengungsian. Meski diliputi keterbatasan dan suasana duka, ibadah Natal tetap berlangsung khidmat.
Banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera pada akhir November lalu merusak ribuan rumah warga dan fasilitas umum, termasuk gereja. Kondisi tersebut membuat umat Kristiani di daerah terdampak bencana terpaksa merayakan Natal di tempat pengungsian.
Salah satu perayaan Natal digelar di Posko Pengungsian Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di tengah bangunan yang sederhana, jemaat tetap mengikuti ibadah dengan tertib.
Baca juga : SBY Yakin, Presiden Sudah Kerja Maksimal
Mereka mengenakan pakaian terbaik yang tersisa, sementara sejumlah anak tampak mengenakan topi merah putih khas Sinterklas.
Polri turut melaksanakan ibadah bersama di Gereja HKBP Huta Godang dan Gereja GKPA Aek Ngadol. (Foto: Humas Polri)
Perayaan serupa juga berlangsung di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dengan dukungan TNI dan Polri, umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal meski gereja mereka sempat dipenuhi lumpur dan kayu gelondongan akibat banjir.
Suasana haru tak terelakkan ketika pendeta memanjatkan doa keselamatan dari atas mimbar. Sejumlah jemaat menitikkan air mata, termasuk Krismanto Nainggolan yang mengaku sedih karena bukan hanya gereja, tetapi juga rumahnya hancur diterjang bencana.
Baca juga : Soroti Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara, KPK Telusuri Dugaan Suap Proyek
“Sedih sekali. Bukan hanya gereja, rumah kami juga hancur,” ujar Krismanto dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan Damayusu Hura. Menurutnya, Natal tahun ini terasa sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya kami menghias pohon Natal, membuat kue, dan memasak lemang. Tahun ini semuanya serba terbatas karena dirayakan di pengungsian,” katanya.
Baca juga : Transaksi Nontunai Berkembang Pesat, Pembayaran Cash Tidak Boleh Ditolak
Perayaan Natal juga digelar di Gedung Olahraga Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang diikuti sekitar 250 pengungsi. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Polres Tapanuli Tengah sebagai bentuk dukungan moral dan pengamanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya