BREAKING NEWS
 

Cadangan Aset INDODAX Tembus Rp 18 T, Sinyal Pasar Menguat

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 6 Januari 2026 21:56 WIB
Chief Executive Officer (CEO) INDODAX William Sutanto. (Foto: Dok INDODAX)

RM.id  Rakyat Merdeka - Platform aset kripto INDODAX mengumumkan nilai Proof of Reserves (PoR) perusahaan telah menembus lebih dari 1 miliar dolar AS atau setara Rp 18 triliun, berdasarkan data yang ditampilkan melalui fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap.

Pencapaian tersebut menegaskan komitmen INDODAX dalam menjaga cadangan aset pengguna dengan rasio 1:1 serta mendorong transparansi yang dapat diverifikasi publik melalui data on-chain.

Chief Executive Officer (CEO) INDODAX William Sutanto mengatakan publikasi Proof of Reserves dilakukan sebagai inisiatif perusahaan, meski belum menjadi kewajiban regulasi.

Baca juga : Bank Banten Cetak Laba Rp 41,9 Miliar, Kinerja dan Modal Kian Kuat

“Walaupun tidak diwajibkan oleh pemerintah, INDODAX berinisiatif mempublikasikan Proof of Reserves sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik dapat melakukan verifikasi secara mandiri,” ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Proof of Reserves merupakan metode verifikasi kriptografis yang digunakan oleh platform aset kripto untuk membuktikan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai dengan yang dilaporkan. Mekanisme ini bertujuan memperkuat kepercayaan pengguna bahwa dana mereka tersedia dan dapat dipenuhi saat dibutuhkan, terutama pada kondisi pasar yang bergejolak.

Adsense

CoinMarketCap menyediakan fitur Proof of Reserves guna membantu pengguna melihat transparansi cadangan sejumlah bursa kripto, termasuk keterlacakan alamat dompet publik dan pembaruan data secara berkala.

Baca juga : Bantuan Negara Tembus Batang Toru, ESDM Tuntaskan Janji ke Korban Bencana

Selain mendorong transparansi platform, INDODAX juga mengingatkan pengguna untuk terus menerapkan praktik keamanan terbaik, seperti penggunaan autentikasi berlapis atau multi-factor authentication (MFA), menjaga keamanan perangkat, serta mewaspadai potensi penipuan berbasis phishing dan social engineering.

“Transparansi platform sangat penting, namun edukasi keamanan pengguna juga tidak kalah penting. Kami terus mendorong penerapan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat,” kata William.

Seiring meningkatnya nilai Proof of Reserves, muncul pula spekulasi mengenai potensi perbaikan kondisi pasar kripto. Kenaikan PoR umumnya mencerminkan dua hal, yakni meningkatnya nilai aset seiring kenaikan harga kripto serta bertambahnya arus masuk dana dan aktivitas transaksi di platform.

Baca juga : Chongqing, Kereta Menembus Apartemen Dan Masjid Dinasti Ming

Selain itu, sentimen publik terhadap aset kripto juga dinilai membaik, yang biasanya ditandai oleh meningkatnya minat investor, volume transaksi, serta arus dana masuk dari investor ritel maupun institusional.

Namun demikian, William menekankan bahwa peningkatan jangka pendek belum dapat disimpulkan sebagai tanda bull market yang berkelanjutan. Pasar kripto tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi global, likuiditas, regulasi, serta dinamika geopolitik yang dapat berubah dengan cepat.

“Pasar kripto sangat dinamis. Karena itu, pengguna tetap perlu bersikap bijak dan mempertimbangkan berbagai faktor risiko dalam mengambil keputusan investasi,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense