Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Chongqing, Kereta Menembus Apartemen Dan Masjid Dinasti Ming
Minggu, 7 Desember 2025 09:43 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Saya berkesempatan ke kota Chongqing, satu dari empat metropolitan di China yang langsung dikelola pemerintah pusat, bersama dengan Beijing, Shanghai dan Tianjin.
Untuk kita, maka setidaknya ada 3 obyek yang ramai di tiktok. Pertama adalah apartemen yang seakan-akan "menembus" apartemen.
Kedua adalah kita jalan-jalan di daerah perbelanjaan di satu bagian kota, eh ternyata daratan itu berada 22 lantai di atas daerah lain di kota, dan ini menunjukkan bahwa kota ini benar-benar naik turun konturnya secara curam, jadinya penuh jembatan layang dimana-mana.
Baca juga : Dance, Tetap Gerak Dan Atasi Mood Di Musim Hujan
Prof Tjandra berkesempatan ke Kota Chongqing. satu dari empat kota metropolitan di China. (Foto : Pribadi)
Ketiga adalah gemerlap lampu amat indah dari Hongyadong, atau “Gua Hongya”, yang menjulang di sisi sebuah bukit yang menghadap Sungai Jialing, sebuah anak Sungai Yangtze, di tengah kota Chongqing.
Lampu-lampu di muka gedung setinggi 11 tingkat tersebut berkelap-kelip dan memantulkan cerahnya ke permukaan sungai. Kabarnya kompleks amat luas ini dibangun oleh seorang wanita, yang visioner dan tentu saja amat kaya raya.
Baca juga : Aston Villa Vs Arsenal, Panas Di Puncak
Selain itu juga ada gedung parlemen yang indah dan dihadapannya penuh pengunjung, bagus kalau DPR kita halamannya juga dibuka luas untuk masyarakat ya....
Selain itu, saya berkesempatan juga ke Masjid Chongqing, atau Chong Qing Chin Chen She, seperti tulisan merah di atas gerbang saya berfoto ini.
Konon Masjid megah ini konon awalnya dibangun di abad 15 pada periode dinasti Ming periode Chenghua (1479). Tentu sudah mengalami beberapa kali renovasi dan pembangunan kembali, dan bisa menampung sampai 2000 jemaah sholat.
Baca juga : Juventus Dan AC Milan Berbagi Poin, Napoli Menang
Kita tahu bahwa Jumlah Muslim di China pada tahun 2025 diperkirakan antara 25 hingga 50 juta jiwa, tergantung sumbernya, dengan estimasi yang lebih rendah sekitar 25 juta (1,8% populasi) atau lebih tinggi mencapai 50 juta (sekitar 3,6% populasi), di mana kelompok etnis utama adalah Uighur dan Hui, terkonsentrasi di wilayah barat laut seperti Xinjiang dan Gansu, tapi ada juga di Chongqing dan saya sempat bertemu Pak Ali yanh warga lokal yang qomat sebelum kami sholat disana.
Prof Tjandra Yoga Aditama dalam perjalanan dari Chongqing, China.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya