RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan rapor hijau dalam agenda transisi energi nasional. Sepanjang 2025, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) berhasil menembus 15,75 persen, ditopang lonjakan kapasitas pembangkit EBT terbesar dalam lima tahun terakhir.
Capaian tersebut ditandai dengan penambahan kapasitas pembangkit EBT hingga 15.630 megawatt (MW). Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir dan memperkuat komitmen pemerintah menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kontribusi terbesar datang dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 7.587 MW. Disusul bioenergi sebesar 3.148 MW dan panas bumi (geothermal) 2.744 MW. Selain itu, sumber energi terbarukan lain juga terus berkembang, seperti tenaga surya 1.494 MW, gasifikasi batu bara 450 MW, tenaga angin 152 MW, pengolahan sampah 36 MW, serta sumber lainnya 18 MW.
Baca juga : Purbaya Prediksi Ekonomi Kuartal IV Tumbuh 5,45 Persen: Di Bawah Janji Saya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui, secara absolut penambahan EBT di 2025 tergolong besar. Namun, secara persentase terjadi penyesuaian karena masih adanya tambahan pembangkit berbasis gas dan batu bara.
“Sebenarnya penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025, tetapi kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan dari gas dan batu bara,” ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan capaian tersebut diraih di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kondisi itu justru menjadi ujian sekaligus momentum untuk memastikan target Presiden tetap tercapai.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Bakal Tembus 6 Persen
“Tahun 2025 ini penuh cobaan dan dinamika. Tapi bagi kami, setiap tantangan adalah ruang untuk menunjukkan kehadiran negara dan memastikan target Bapak Presiden bisa diwujudkan,” tegasnya.
Khusus di sektor ketenagalistrikan, bauran EBT bahkan melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebut realisasi bauran EBT listrik mencapai 16,3 persen, lebih tinggi dari target RUKN sebesar 15,9 persen.
“Kalau khusus di ketenagalistrikan, bauran EBT sudah di atas target nasional,” ujar Eniya.
Baca juga : Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Tumbuh 5,51 Persen Di 2026
Dari sisi investasi, subsektor EBT dan Konservasi Energi juga menunjukkan ketangguhan. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai 2,4 miliar dolar AS. Sementara itu, secara makro sektor ESDM tetap menjadi tulang punggung penerimaan negara dengan kontribusi PNBP sebesar Rp 138,37 triliun atau 108,56 persen dari target.
Capaian tersebut mencerminkan pengelolaan sektor energi yang kian efektif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.