Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Belanja Ngebut, Konsumsi Meningkat
Ekonomi Kuartal IV-2025 Diprediksi Tembus 5,6 Persen
Minggu, 30 November 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 diyakini bakal bergerak lebih ekspansif, menembus kisaran 5,4–5,6 persen. Optimisme ini didorong oleh belanja Pemerintah yang ngebut dan lonjakan konsumsi masyarakat selama periode libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, momentum Nataru akan mendorong mobilitas masyarakat, perdagangan, dan pariwisata, yang memberi kontribusi signifikan pada struktur Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ditambah konsumsi dan belanja Pemerintah yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025 diharapkan lebih tinggi dari 5 persen,” ujar Airlangga, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Baca juga : Petrokimia Gresik All Out Dukung Swasembada Pangan
Mantan Menteri Perindustrian itu menyebut, serapan anggaran yang meningkat di berbagai kementerian/lembaga (K/L), program stimulus konsumsi, serta insentif mobilitas publik menjadi fondasi utama pertumbuhan di kuartal terakhir 2025. Selain itu, program bantuan sosial (bansos) dan peningkatan pergerakan wisatawan juga akan memperkuat konsumsi domestik.
Untuk menjamin kelancaran, Pemerintah akan memperketat koordinasi lintas sektor. “Monitoring kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV dan persiapan Nataru juga kita tingkatkan,” tambah Airlangga.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif transportasi. Mulai dari kereta api, penyeberangan, angkutan laut, hingga tiket pesawat. Termasuk rencana diskon tarif jalan tol 10–20 persen di 26 ruas jalan.
Baca juga : Meski Sudah Dilarang Pemerintah, Thrifting Masih Ramai Dijual Di CFD Dan Kios
Aktivitas ekonomi daerah juga diperkuat oleh gelaran 244 event nasional dan peningkatan wisatawan domestik yang diperkirakan mencapai 100 juta pergerakan.
Di sektor perdagangan, gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12, Indonesia Great Sale, dan EPIC Sale ditargetkan mampu menghasilkan transaksi hingga puluhan triliun rupiah.
“Dampak ini diyakini memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta industri lokal hingga akhir tahun,” sambungnya.
Baca juga : Mantan Direksi ASDP Bebas, KPK Pastikan Penyidikan Bos PT JN Tetap Berjalan
Di sisi investasi, Pemerintah mempercepat pembaruan Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS RBA) dan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 untuk memperkuat kepastian investasi dan mendorong masuknya modal baru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya